Senator Syarif Mbuinga Sosialisasikan Empat Pilar MPR RI di Pohuwato, Warga Antusias Sampaikan Aspirasi

WARTANESIA.ID – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) sekaligus anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan Provinsi Gorontalo, Syarif Mbuinga, menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Desa Balayo, Kecamatan Patilanggio, Kabupaten Pohuwato, Kamis (1/10/2026), pukul 10.00 WITA.

Kegiatan tersebut diikuti masyarakat Desa Balayo dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pohuwato. Sosialisasi ini menjadi ruang edukasi kebangsaan sekaligus wadah dialog antara wakil daerah di tingkat nasional dengan masyarakat.

banner 468x60

Dalam suasana yang berlangsung terbuka dan interaktif, peserta mengikuti pemaparan materi dengan antusias. Kehadiran masyarakat dari berbagai latar belakang memperlihatkan pentingnya ruang komunikasi yang memungkinkan warga memahami nilai-nilai kebangsaan sekaligus menyampaikan pandangan mereka terhadap persoalan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Syarif Mbuinga menekankan pentingnya pemahaman dan pengamalan Empat Pilar MPR RI dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Empat Pilar tersebut meliputi Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu bangsa.

Menurutnya, nilai-nilai kebangsaan tidak cukup hanya dipahami sebagai konsep, tetapi perlu diwujudkan melalui sikap toleransi, penghormatan terhadap perbedaan, kepatuhan terhadap hukum, serta semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.

Salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut adalah sesi dialog yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pertanyaan dan pandangan secara langsung kepada Senator Syarif Mbuinga.

Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan mereka dalam mengikuti pembahasan dan memanfaatkan kesempatan berdialog. Pertanyaan kritis dari masyarakat menjadi bagian penting dalam sosialisasi, karena pemahaman terhadap nilai kebangsaan juga berkaitan dengan bagaimana prinsip-prinsip tersebut diterapkan untuk menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat.

Menanggapi pertanyaan peserta, Syarif Mbuinga memberikan penjelasan mengenai pentingnya menjadikan nilai-nilai Empat Pilar sebagai pedoman dalam menyikapi berbagai persoalan kehidupan berbangsa dan bernegara. Dialog tersebut sekaligus menegaskan bahwa sosialisasi kebangsaan bukan sekadar penyampaian materi satu arah, melainkan juga kesempatan untuk mendengar aspirasi dan memperkuat komunikasi antara masyarakat dengan wakil daerah.

Pelibatan masyarakat Desa Balayo dan warga binaan Lapas Kelas IIB Pohuwato memberikan dimensi tersendiri dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Pemahaman mengenai Pancasila, konstitusi, persatuan nasional, dan penghormatan terhadap keberagaman merupakan hal yang relevan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Bagi warga binaan, nilai-nilai kebangsaan dapat menjadi bagian dari refleksi mengenai tanggung jawab sebagai warga negara, penghormatan terhadap aturan, serta pentingnya membangun kehidupan yang lebih baik. Sementara bagi masyarakat umum, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperkuat pemahaman tentang peran warga negara dalam menjaga persatuan dan mendukung kehidupan demokrasi yang sehat.

Kegiatan sosialisasi ini juga menegaskan pentingnya menghadirkan pendidikan kebangsaan secara langsung di tengah masyarakat, termasuk di wilayah kabupaten dan desa. Dengan dialog yang terbuka, materi kebangsaan diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sosial sehari-hari.

Melalui kegiatan di Desa Balayo tersebut, Syarif Mbuinga menjalankan fungsi sosialisasi kebangsaan sebagai bagian dari tugasnya sebagai anggota MPR RI. Interaksi dengan masyarakat menjadi kesempatan untuk memperkuat pemahaman mengenai Empat Pilar sekaligus membuka ruang komunikasi mengenai berbagai persoalan yang berkembang di daerah.

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Pohuwato diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kesadaran kebangsaan, memperkuat persatuan, serta meneguhkan komitmen bersama untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca berita kami lainnya di