WARTANESIA.ID – Polda Kalimantan Timur memperkuat komitmennya dalam menangani persoalan sosial dan ekonomi melalui Program Polisi Peduli Pengangguran. Langkah itu diwujudkan lewat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Polda Kaltim, Balai Latihan Kerja (BLK), dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO). Penandatanganan berlangsung di UPTD balikpapan/" title="Berita tentang BLK Balikpapan" rel="tag" class="auto-tag-link">BLK Balikpapan pada pukul 13.30 WITA.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolda Kaltim Brigjen Pol. Rustam Mansur, S.I.K., M.M., yang didampingi Karo SDM, Dirreskrimsus, serta Dirbinmas Polda Kaltim atau pejabat yang mewakili.
Penandatanganan nota kesepahaman ini dinilai sebagai langkah strategis untuk membangun sinergi antara kepolisian, lembaga pelatihan kerja, dan dunia usaha dalam mendukung upaya penanganan pengangguran di Kalimantan Timur. Dengan kerja sama itu, masyarakat diharapkan memperoleh kesempatan lebih luas untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan melalui pelatihan kerja, sekaligus mendapatkan akses terhadap peluang pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.
Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa Program Polisi Peduli Pengangguran merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap kondisi sosial masyarakat. Menurutnya, kolaborasi dengan BLK dan APINDO diharapkan mampu membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan keterampilan serta meningkatkan peluang mendapatkan pekerjaan.
“Kolaborasi dengan BLK dan APINDO diharapkan mampu membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan keterampilan serta meningkatkan peluang mendapatkan pekerjaan,” ujar Kombes Pol. Dr. Tedy Sopandi.
Polda Kaltim berharap kerja sama lintas sektor ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat kehadiran Polri sebagai institusi yang tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.














