Pohuwato Cup 2026 Jadi Bukti Nyata : Olahraga Bisa Jadi Jembatan Kemajuan Ekonomi dan Wisata Daerah

WARTANESIA.ID — Ada pergeseran paradigma yang tengah terjadi di Kabupaten Pohuwato. Olahraga tidak lagi dipandang semata-mata sebagai aktivitas fisik atau ajang kompetisi belaka. Melalui Open Turnamen Catur Pohuwato Cup 2026 yang akan berlangsung pada 8 hingga 10 Mei 2026, olahraga kini tampil sebagai jembatan yang menghubungkan berbagai sektor kehidupan masyarakat menuju kemajuan yang lebih luas dan merata.

Ketua Percasi Kabupaten Pohuwato, Abdul Hamid Sukoli, menyebut Pohuwato Cup 2026 sebagai model baru penyelenggaraan event olahraga yang tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan kepentingan ekonomi, pariwisata, dan pemberdayaan masyarakat. Baginya, inilah cara yang paling efektif untuk menjadikan sebuah turnamen olahraga benar-benar bermakna bagi kehidupan masyarakat luas.

banner 468x60

“Kami tidak merancang Pohuwato Cup 2026 hanya sebagai turnamen catur. Kami merancangnya sebagai sebuah ekosistem. Di dalamnya ada olahraga, ada wisata, ada ekonomi, ada budaya. Semuanya berjalan bersama dan saling menguatkan,” jelas AHS.

AHS mencontohkan bagaimana setiap elemen dalam ekosistem Pohuwato Cup 2026 saling terhubung dan memberikan manfaat satu sama lain. Para peserta yang datang dari luar daerah menginap di hotel lokal, mengonsumsi makanan dari UMKM setempat, mengunjungi wisata Pohon Cinta, dan membawa pulang cerita tentang Pohuwato ke kampung halaman masing-masing. Rantai manfaat ini bergerak secara alami dan berkelanjutan.

“Bayangkan 173 peserta plus pendamping mereka yang hadir di Pohuwato selama tiga hari. Mereka makan di sini, mereka menginap di sini, mereka berwisata di sini. Uang yang mereka keluarkan berputar di Pohuwato. Ini bukan teori ekonomi, ini kenyataan yang sedang kita ciptakan bersama,” kata AHS.

Lebih jauh, AHS menegaskan bahwa dampak jangka panjang dari Pohuwato Cup 2026 jauh melampaui apa yang terlihat selama tiga hari pelaksanaan. Nama Pohuwato yang kini mulai dikenal di komunitas catur nasional akan terus bergema lama setelah turnamen usai. Setiap peserta yang pulang dengan kesan positif adalah duta tidak resmi Pohuwato yang akan menceritakan keindahan dan keramahan daerah ini kepada orang-orang di sekitar mereka.

“Promosi terbaik adalah dari mulut ke mulut. Ketika peserta dari Banten, dari Sulawesi Selatan, dari Sulawesi Tengah pulang dan bercerita bahwa Pohuwato itu indah, tuan rumahnya ramah, makanannya enak, wisatanya bagus — itu nilai yang tidak bisa dibeli dengan uang berapa pun,” tutur AHS.

Bagi AHS, Pohuwato Cup 2026 baru permulaan. Ia bermimpi bahwa ke depannya, model integrasi antara olahraga, pariwisata, dan ekonomi yang diterapkan dalam Pohuwato Cup 2026 akan menjadi blueprint yang diadopsi oleh berbagai event di Pohuwato bahkan di seluruh Gorontalo. Sebuah legacy yang jauh lebih berharga dari sekadar piala dan trofi yang akan diserahkan pada Minggu, 10 Mei 2026 nanti.

Pohuwato Cup 2026 adalah langkah pertama dari perjalanan panjang. Kami akan terus melangkah, terus berkembang, dan terus membuktikan bahwa Pohuwato adalah daerah yang besar dalam segala hal,” pungkas AHS penuh semangat. (*)