WARTANESIA – Aksi demonstrasi warga Desa Milangodaa, Kecamatan Popayato Timur, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, meledak dan berujung pemblokiran akses jalan perusahaan, Selasa (7/4/2026).
Berdasarkam pantauan, sekitar 100 warga turun langsung ke jalan dan memblokade akses utama yang digunakan perusahaan PT IGL dan BTL. Titik aksi berada di perempatan jalan yang menjadi jalur vital operasional perusahaan.
Aksi ini dipicu kekecewaan masyarakat terhadap janji plasma yang tak kunjung direalisasikan. Warga mengklaim hak mereka atas tanah telah digunakan perusahaan, dengan iming-iming penggantian lahan serta sertifikat yang hingga kini tidak pernah terealisasi.
Koordinator lapangan aksi, Fadly AT Salam, dalam orasinya menegaskan bahwa masyarakat sudah terlalu lama menunggu kepastian.
“Sudah berjalan kurang lebih tiga tahun mereka produksi pelet dengan hasil yang sangat menggiurkan, mencapai ratusan miliar. Sementara hasil hutan hampir habis, tapi masyarakat tidak pernah diberikan hak plasma yang dijanjikan,” tegas Fadly saat memimpin orasi.
Ia juga menyoroti janji perusahaan yang dinilai hanya sebatas ucapan tanpa realisasi konkret. Kekecewaan yang menumpuk itulah yang akhirnya memicu aksi pemblokiran jalan yang disebut warga sebagai bagian dari hak mereka atas tanah tersebut.
Situasi di lapangan semakin memanas setelah tidak satu pun pimpinan perusahaan muncul menemui massa aksi. Sikap ini semakin memperkeruh keadaan, membuat warga bertahan dan tetap menutup akses jalan perusahaan.
Sementara itu, aparat keamanan dari Polsek Popayato Barat, Polsek Popayato Induk, Polsek Lemito, serta jajaran Polres Pohuwato yang dipimpin langsung Kabag Ops, bersama Koramil Popayato, terlihat siaga penuh di lokasi untuk mengantisipasi eskalasi konflik.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi pihak perusahaan terkait aksi tersebut.













