WARTANESIA.ID – Video siaran langsung berdurasi 4 menit 55 detik yang disiarkan melalui akun media sosial Bang Koroz pada Rabu (15/7/2026) viral dan menjadi perhatian luas masyarakat.
Rekaman tersebut memperlihatkan situasi sesaat sebelum hingga setelah terjadinya dugaan penikaman di kawasan Pasar Tradisional Marisa, Kabupaten Pohuwato.
Dalam tayangan itu, seorang pria yang diduga pelaku terlihat sedang bekerja mengiris daging sapi di lapak jualannya. Beberapa menit kemudian, seorang pria lain yang diduga korban datang menghampiri dengan nada marah. Tidak lama setelah itu, terjadi keributan yang berujung pada dugaan penikaman di bagian dada korban.
Korban kemudian terlihat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari menjauh dari lokasi. Dalam video tersebut, pria yang diduga pelaku sempat terlihat mengejar korban sebanyak dua kali. Namun, sejumlah warga yang berada di sekitar pasar segera bertindak melerai, sehingga situasi tidak semakin memburuk.
Beberapa pedagang dan pengunjung pasar juga tampak ikut menenangkan kedua belah pihak. Suasana pasar yang semula ramai mendadak dipenuhi kerumunan warga yang berusaha mengetahui apa yang terjadi sekaligus membantu menghentikan pertikaian.
Video tersebut dengan cepat menyebar ke berbagai platform media sosial dan aplikasi percakapan. Banyak warganet membagikan ulang rekaman tersebut sehingga memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat.
Peristiwa itu sendiri terjadi di area Pasar Tradisional Marisa pada Rabu siang. Aparat Polres Pohuwato yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi-saksi, serta mengumpulkan barang bukti yang berkaitan dengan insiden tersebut.
Penyidik kini masih mendalami kronologi lengkap kejadian, termasuk motif yang melatarbelakangi pertikaian antara kedua pihak. Polisi juga memastikan proses penanganan perkara dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Viralnya video tersebut kembali memunculkan diskusi mengenai penyebaran konten kekerasan di media sosial. Sejumlah warga mengingatkan agar masyarakat tidak menyebarluaskan gambar atau video yang memperlihatkan korban secara jelas demi menghormati privasi korban dan keluarganya.
Di sisi lain, banyak masyarakat berharap aparat kepolisian dapat segera menuntaskan penyelidikan, sehingga fakta kejadian dapat diketahui secara utuh dan tidak menimbulkan spekulasi di ruang digital.
Sekitar pukul 13.45 Wita, pelaku mendatangi Polres Pohuwato untuk menyerahkan diri beserta barang bukti pisau daging. Kepada penyidik, pelaku mengaku melakukan penusukan karena tersulut emosi dan tidak terima dengan ucapan korban.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami satu luka tusuk pada bagian dada kiri bawah dan langsung mendapatkan penanganan medis di RSUD Bumi Panua Pohuwato. Polisi menyebut korban direncanakan akan dirujuk ke RS Clara Gobel Boalemo, untuk mendapatkan perawatan lanjutan.
“Pelaku kini telah diamankan di Satreskrim Polres Pohuwato guna menjalani proses hukum dan penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga telah mengamankan barang bukti, serta memeriksa sejumlah saksi untuk melengkapi berkas perkara,” tutup Renly













