WARTANESIA.ID – Pembangunan Masjid Al-Gaffar di lingkungan Universitas Pohuwato dipastikan segera dimulai pada tahun 2026. Saat ini, pihak kampus tengah mematangkan berbagai persiapan teknis sebagai tahapan awal pelaksanaan pembangunan.
Rektor Universitas Pohuwato, Dr. Hj. Gretty S. Saleh, S.Ip., M.Si, menegaskan bahwa pembangunan masjid tersebut tetap menjadi salah satu prioritas kampus tahun ini. Menurutnya, seluruh tahapan awal telah dipersiapkan secara bertahap agar proses pembangunan dapat berjalan dengan baik.
“Pekerjaan akan segera dimulai. Tukang sudah siap. Bahkan saat ini kami sudah mulai membuat direksi kit sejak kemarin sebagai bagian dari persiapan awal pembangunan,” ujar Gretty.
Ia mengakui, realisasi pembangunan sempat mengalami keterlambatan. Hal itu dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya master plan pembangunan yang baru diterbitkan pada awal tahun serta masih melalui sejumlah tahapan asistensi gambar.
Selain itu, pihak universitas juga terus melakukan koordinasi dengan tenaga kerja yang akan mengerjakan pembangunan masjid. Saat ini, para pekerja tersebut masih menyelesaikan pekerjaan di lokasi lain sehingga pihak kampus menunggu kesiapan pelaksanaan pekerjaan.
“Alhamdulillah, dalam waktu dekat kami sudah menerima informasi dari tukang pelaksana bahwa proses pembangunan akan segera dimulai,” ungkapnya.
Gretty menambahkan, keberadaan Masjid Al-Gaffar nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi civitas akademika Universitas Pohuwato, tetapi juga dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar kampus sebagai tempat ibadah bersama.
“Kami berharap masjid ini nantinya bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar kampus dan bersama-sama memakmurkan masjid ini sebagai pusat ibadah maupun kegiatan keagamaan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Pembangunan Masjid Al-Gaffar, H. Umar Sune, S.Sos., M.Si, mengatakan pembangunan masjid menjadi harapan bersama civitas akademika Universitas Pohuwato.
Menurutnya, keberadaan masjid di lingkungan kampus tidak hanya menjadi fasilitas ibadah, tetapi juga diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan bagi mahasiswa maupun masyarakat sekitar.
“Masjid ini nantinya bukan hanya diperuntukkan bagi civitas kampus, tetapi juga menjadi tempat ibadah bagi masyarakat di lingkungan kampus agar dapat bersama-sama memakmurkan masjid ini,” ujarnya.
Ia berharap seluruh proses pembangunan dapat berjalan lancar hingga selesai dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat serta lingkungan kampus.
“Kami juga membuka ruang dukungan dari berbagai pihak. Ini bagian dari kebersamaan dalam membangun fasilitas ibadah di kampus,” tutupnya. (*)








