WARTANESIA.ID – Harapan seorang warga negara asing (WNA) asal Turki untuk mempersunting perempuan pujaan hatinya di Palembang berujung pilu. Bukannya melangsungkan pernikahan impian, pria berinisial AT justru diduga menjadi korban penipuan berkedok asmara hingga mengalami kerugian mencapai Rp53 juta.
Kasus yang menyita perhatian ini kini telah dilaporkan ke Polrestabes Palembang untuk ditindaklanjuti aparat kepolisian.
Peristiwa bermula ketika AT berkenalan dengan seorang perempuan berinisial STP melalui aplikasi pencarian jodoh Muslima pada April 2026. Dari perkenalan virtual itu, komunikasi keduanya berkembang semakin intens hingga memunculkan komitmen serius untuk melangkah ke jenjang pernikahan.
Terbuai janji manis dan keyakinan akan masa depan bersama, AT pun memutuskan terbang langsung ke Palembang dengan niat tulus menikahi perempuan yang dikenalnya lewat dunia maya tersebut.
Namun setibanya di Indonesia, kisah cinta yang dibayangkannya berubah drastis. Hubungan yang semula tampak meyakinkan justru mulai dipenuhi permintaan uang dengan berbagai alasan.
Kuasa hukum korban, M Al Faishal, mengungkapkan kliennya beberapa kali diminta mentransfer uang untuk berbagai kebutuhan yang disebut mendesak.
Mulai dari kebutuhan pribadi hingga alasan biaya tertentu, seluruh permintaan itu dipenuhi korban karena percaya hubungan mereka akan berujung pada pernikahan.
“Klien kami datang memang dengan niat serius untuk menikah,” ujar Faishal, dikutip dari Suara.com, Selasa (12/5/2026).
Seiring berjalannya waktu, korban mulai mencurigai adanya kejanggalan. Janji pernikahan yang sebelumnya diyakini akan segera terwujud tak kunjung memiliki kepastian. Komunikasi antara keduanya pun perlahan berubah dan semakin sulit terjalin.
Kecurigaan itu akhirnya mengarah pada dugaan bahwa AT telah menjadi korban love scam, yakni modus penipuan yang memanfaatkan kedekatan emosional korban melalui media sosial atau aplikasi pencarian pasangan.
Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp53 juta.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan seorang WNA yang datang jauh-jauh ke Indonesia demi cinta, namun justru harus berurusan dengan aparat penegak hukum setelah diduga tertipu oleh janji asmara palsu.
Fenomena penipuan berkedok asmara sendiri belakangan semakin marak. Pelaku umumnya membangun hubungan intens dalam waktu singkat untuk menumbuhkan kepercayaan, sebelum akhirnya meminta uang dengan berbagai dalih.
Saat ini, laporan korban masih dalam proses pendalaman oleh pihak Polrestabes Palembang.









