Mengenal Socotra, Pulau yang Disebut Tempat Persembunyian Dajjal

WARTANESIA – Nama Pulau Socotra kembali menjadi perbincangan dunia. Pulau terpencil yang berada di wilayah Yaman itu selama bertahun-tahun diselimuti berbagai kisah misterius, mulai dari disebut sebagai tempat persembunyian Dajjal hingga dianggap sebagai “pulau alien” karena bentuk alamnya yang tak biasa.

Banyak masyarakat mempercayai Socotra sebagai lokasi penuh misteri karena keberadaan pohon unik yang menghasilkan cairan merah menyerupai darah serta bentang alam eksotis yang dinilai seperti dunia lain.

banner 468x60

Bahkan, sebagian orang mengaitkannya dengan kisah akhir zaman dan persembunyian Dajjal, meski belum ada bukti ilmiah maupun dalil pasti mengenai hal tersebut.

Dikutip dari detikInet, Socotra dikenal memiliki berbagai keunikan alam yang sulit ditemukan di tempat lain di dunia. Pulau ini menyimpan ratusan spesies flora dan fauna endemik, termasuk pohon “Dragon Blood Tree” atau pohon darah naga yang menghasilkan getah merah pekat.

Getah tersebut pada masa lampau menjadi komoditas bernilai tinggi dan digunakan sebagai pewarna, obat-obatan hingga bahan perdagangan kuno. Selain itu, Socotra juga dikenal sebagai penghasil kemenyan yang diperdagangkan oleh bangsa Romawi, Yunani, dan Mesir kuno.

Tak hanya menyimpan keajaiban alam, Socotra juga memiliki sejarah panjang peperangan dan perdagangan dunia. Penemuan benteng kuno Jebel Hawari menjadi bukti pulau ini pernah menjadi lokasi perebutan kekuasaan penting di jalur perdagangan Laut Merah.

Dikutip dari The National News, arkeolog menyebut benteng tersebut diperkirakan berasal dari abad ke-8 Masehi dan menjadi salah satu peninggalan era Islam terakhir yang tersisa di pulau itu.

Sejarah juga mencatat pada tahun 1507 terjadi pertempuran berdarah antara Portugis dan para pembela setia Syekh Mahri dari Qishn. Portugis saat itu berupaya menguasai Socotra demi mengendalikan jalur perdagangan Laut Merah.

“Pertarungan itu sangat berdarah dan penuh kekerasan. Akan sangat sulit bagi Portugis merebut benteng tersebut,” ujar Van Rensburg seperti dikutip The National News.

Sementara itu, penulis perjalanan asal Inggris dalam catatannya pada 1999 menyebut reruntuhan benteng Jebel Hawari menyimpan panorama indah Dataran Hadibu, meski sebagian besar warga kala itu tidak terlalu menyadari nilai sejarah situs tersebut.

Keunikan Pulau Socotra akhirnya mendapat pengakuan dunia internasional. Dikutip dari welcometosocotra.com, pada tahun 2008 resmi menetapkan Socotra sebagai Situs Warisan Dunia karena kekayaan hayati dan spesies endemiknya yang sangat langka.

Kini, di balik kisah misterius tentang Dajjal dan alien, Socotra justru dikenal sebagai salah satu pulau paling unik di dunia,tempat bertemunya sejarah kuno, mitos, dan keajaiban alam dalam satu kawasan eksotis.