Lagi, Puskesmas Lemito Disegel Ahli Waris, Pasien Terpaksa Dipulangkan

WARTANESIA – Pelayanan kesehatan masyarakat di Kecamatan Lemito, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, mendadak lumpuh total. Hal ini menyusul aksi penyegelan yang dilakukan oleh pihak yang mengaku sebagai ahli waris atas lahan tempat berdirinya Puskesmas Lemito.

Penyegelan tersebut dilakukan sejak Rabu (24/07/2025), dan bukan kali pertama terjadi. Bahkan menurut informasi yang dihimpun, aksi serupa telah berulang kali dilakukan, namun hingga kini belum ada penyelesaian tuntas dari pihak pemerintah daerah.

banner 468x60

Kondisi ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat yang sangat bergantung pada pelayanan dasar kesehatan dari Puskesmas tersebut.

Akibatnya, seluruh aktivitas medis terpaksa dihentikan sementara. Pasien yang datang untuk berobat harus dipulangkan atau dialihkan ke RS Bumi Panua Pohuwato.

Dalam sebuah video berdurasi 2,5 menit yang beredar, terlihat seorang perempuan yang mengaku sebagai ahli waris bernama Wirda Olii, menyegel pintu utama Puskesmas Lemito dengan rantai besi.

Aksi ini membuat akses utama ke dalam fasilitas kesehatan itu sepenuhnya tertutup.

Terlihat seorang bapak-bapak mengenakan tongkat yang hendak berobat di Puskesmas Lemito, terpaksa dipulangkan karena ditutupnya Puskesmas tersebut.

Kepala Puskesmas Lemito, Serly Febriyanti Soga, SKM, mengungkapkan keprihatinannya atas kejadian ini. Ia menyesalkan bahwa konflik lahan yang belum terselesaikan harus berdampak langsung pada pelayanan kesehatan masyarakat.

“Kami sangat prihatin karena masyarakat menjadi korban. Layanan seperti pengobatan umum, imunisasi balita, pemeriksaan ibu hamil, hingga program pengendalian penyakit menular kini terhenti. Semua pasien kami langsung rujuk ke RS Bumi Panua Pohuwato,” ujar Serly.

Ia juga menjelaskan bahwa penyegelan awalnya hanya dilakukan pada pintu gerbang. Namun belakangan, pihak ahli waris memperluas aksinya dengan menggembok pintu utama menggunakan rantai, sehingga seluruh aktivitas medis benar-benar terblokir.

“Sudah enam hari disegel. Awalnya hanya gerbang yang ditutup, kami masih bisa lewat pekarangan warga. Tapi sekarang pintu masuk utama ikut digembok,” jelasnya.

Sampai saat ini, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Pohuwato maupun Dinas Kesehatan setempat terkait penyegelan ini. Warga berharap pemerintah segera turun tangan dan mencari solusi agar pelayanan kesehatan bisa kembali normal.