Ketua DPD I KNPI Gorontalo Desak Polisi Tangkap Pelaku Kekerasan terhadap Koordinator BEM Nusantara

WARTANESIAKetua Dewan Perwakilan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD 1 KNPI) Provinsi Gorontalo, Riyanto Ismail, mengecam keras tindakan kekerasan yang menimpa Koordinator BEM Nusantara Provinsi Gorontalo, Harun Alulu, pada Selasa (13/5/2025) dini hari.

“Secara tegas kami mengutuk, mengecam tindak kekerasan dalam bentuk apapun, seperti halnya yang dialami oleh Koordinator BEM Nusantara Provinsi Gorontalo,” ujar Riyanto dalam pernyataannya, Rabu (14/5/2025).

banner 468x60

Riyanto mendesak aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas serta menangkap pelaku dan motif di balik penyerangan tersebut. Ia menyampaikan kekhawatirannya bahwa jika kasus ini tidak ditangani dengan serius, kekerasan serupa bisa kembali terjadi.

“Kami minta aparat kepolisian segera mengusut tuntas siapa dalangnya, serta apa motifnya. Jangan cederai situasi yang aman di Provinsi Gorontalo dengan bentuk kekerasan seperti itu,” tegasnya.

Sebelumnya, Harun Alulu menjadi korban penganiayaan brutal oleh orang tak dikenal (OTK) saat tengah dalam perjalanan bersama Bendahara Umum BADKO HMI SULUTGO. Keduanya bergerak dari Sekretariat Bersama HMI-KAHMI Kabupaten Gorontalo di Kelurahan Hepuhulawa menuju Universitas Gorontalo untuk keperluan organisasi.

Menurut keterangan Harun, insiden terjadi saat mereka melintasi sebuah tongkrongan (dego-dego) di sekitar simpang tiga kompleks Hanthaleya Cafe, Kelurahan Kayubulan. Mereka sempat melihat empat pria berpakaian serba hitam mencurigakan, namun tidak mengira akan terjadi serangan.

Saat berbelok, tiba-tiba seorang pelaku menyerang dari belakang dengan balok kayu sepanjang satu meter, menghantam punggung Harun yang saat itu masih mengendarai sepeda motor. Pukulan keras nyaris membuatnya terjatuh.

Usai menyerang, para pelaku melarikan diri dengan sepeda motor Yamaha N-Max tanpa pelat nomor ke arah Kantor Bupati Kabupaten Gorontalo.

Harun berharap pihak kepolisian segera mengusut kasus ini dan memberikan jaminan keamanan bagi para aktivis mahasiswa di Gorontalo.

“Kami sudah melaporkan kejadian ini secara resmi ke Polres Gorontalo. Kami berharap Bapak Kapolres dapat segera mengungkap pelaku yang kerap menggunakan penutup wajah tersebut,” tandasnya. (Lan)