Imigrasi Gorontalo Deportasi 4 WNA China usai Curi Sampel Tanah dari Tambang

WARTANESIA – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Gorontalo mengambil langkah tegas dengan mendeportasi empat warga negara asing (WNA) asal Republik Rakyat Tiongkok, Selasa (21/4/2026). 

Keempatnya diduga terlibat aktivitas mencurigakan berupa pengambilan sampel tanah di area pertambangan wilayah Buol, Sulawesi Tengah.

banner 468x60

Tindakan tersebut merupakan bagian dari Operasi Wirawaspada 2026 yang dilaksanakan Direktorat Jenderal Imigrasi secara serentak di seluruh Indonesia pada 7 hingga 10 April 2026. 

Operasi ini bertujuan memperkuat pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas orang asing, khususnya yang berpotensi melanggar ketentuan izin tinggal.

Keempat WNA berinisial DA, CC, MZ, dan FG diamankan oleh tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) setelah menunjukkan gerak-gerik mencurigakan. Mereka terdeteksi saat hendak menginap di salah satu hotel di Gorontalo.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah kantong berisi sampel tanah yang diduga diambil dari lokasi tambang di Buol. Penelusuran lebih lanjut mengungkap bahwa mereka masuk ke Indonesia menggunakan Visa Kunjungan dan Visa Bisnis.

Namun, aktivitas yang dilakukan dinilai tidak sesuai dengan peruntukan izin tinggal yang dimiliki, sehingga melanggar aturan keimigrasian yang berlaku.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Gorontalo, Josua Pahala Martua, menegaskan bahwa deportasi ini merupakan bentuk penegakan hukum terhadap pelanggaran izin tinggal oleh warga asing.

“Setiap warga negara asing wajib menaati ketentuan izin tinggal yang diberikan dan tidak melakukan kegiatan di luar peruntukannya,” ujar Josua, Rabu (22/4/2026).

Keempat WNA tersebut selanjutnya dipulangkan ke negara asal melalui Bandara Internasional Soekarno–Hatta, Jakarta.

Pihak Imigrasi menegaskan akan terus meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas orang asing di wilayahnya. 

Selain itu, koordinasi dengan berbagai instansi terkait juga akan diperkuat guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.