Setiap ulang tahun Gorontalo bukan sekadar seremoni tahunan. Ia adalah cermin, tempat kita melihat kembali perjalanan daerah dan sekaligus jendela, tempat kita menatap masa depan dengan keberanian baru.
Tahun ini, Gorontalo berusia 25 tahun berada pada persimpangan besar: tuntutan pembangunan melonjak, dunia digital berubah cepat, sementara kualitas sumber daya manusia khususnya pemuda menjadi penentu apakah Gorontalo maju atau stagnan.
Pemuda adalah Energi Perubahan, Bukan Sekadar Penonton
Di berbagai kabupaten/kota, potensi anak muda terasa mengalir kuat. Mereka hadir sebagai:
- Pelopor inovasi digital, UMKM kreatif, dan ekonomi hijau.
• Penggerak isu sosial, mulai dari transparansi anggaran, kesehatan mental, hingga tata kelola lingkungan.
• Aktor politik baru, yang tidak sekadar bicara romantis, tetapi berani menuntut integritas dan pemerintahan yang bersih.
Jika Gorontalo ingin mengejar ketertinggalan, maka kuncinya ada pada keberanian memberi ruang dan kepercayaan kepada generasi muda.
Realita yang Harus Diakui
Beberapa masalah yang terus muncul:
• Lapangan kerja terbatas, membuat banyak pemuda keluar daerah.
• Ketergantungan ekonomi pada sektor primer, belum didukung industri kreatif dan digital yang kuat.
• Polarisasi sosial dan politik, yang sering membuat gagasan pemuda tidak mendapat panggung layak.
• Kesenjangan pendidikan, terutama antara pusat kota dan wilayah pesisir/perbatasan.
Ini bukan untuk mengeluh, tetapi untuk mengakui: Gorontalo membutuhkan lompatan, bukan langkah kecil.
Saatnya Meletakkan Agenda Pemuda 2026-2030
HUT Gorontalo 25 tahun ini harus dimaknai sebagai deklarasi bahwa pendidikan, teknologi, dan kepemudaan menjadi prioritas utama pembangunan lima tahun ke depan.
Agenda strategis untuk anak muda:
- Ekonomi Kreatif & Digital Center di setiap kabupaten/kota.
Tempat pelatihan coding, desain, periklanan digital, hingga inkubator startup. - Gerakan 10.000 Pemuda Wirausaha Baru
Fokus pada pangan, kelautan, kopi-kakao, dan ekonomi hijau (green economy). - Beasiswa Talenta Gorontalo
Untuk anak muda yang berprestasi di teknologi, riset, seni, politik, dan olahraga. - Sekolah Kepemimpinan Pemuda
Mencetak generasi muda yang berintegritas, kritis, dan paham tata kelola daerah. - Revitalisasi Kebudayaan Gorontalo
Agar anak muda kembali bangga terhadap identitas budaya, bahasa, dan nilai lokal.
Pemuda Bukan Masa Depan, Mereka adalah Masa Kini
Sering kita mendengar kalimat “pemuda adalah pemimpin masa depan.”
Kalimat itu sudah usang.
Faktanya Pemuda adalah pemimpin masa kini. Mereka yang hari ini menggerakkan komunitas, membuat inovasi kecil, menciptakan peluang, mengajak perubahan mereka sudah memimpin.
Yang dibutuhkan pemerintah hanyalah satu hal kemauan untuk membuka ruang.
Harapan Baru untuk Gorontalo
Di usia yang terus bertambah, Gorontalo memiliki modal besar:
• Bonus demografi (usia produktif dominan)
• Energi sosial masyarakat yang solid
• Identitas budaya yang kuat
• Potensi ekonomi laut, pertanian, dan pariwisata yang luar biasa
Tapi modal itu bisa hilang jika tidak diolah oleh generasi yang tepat.
Karena itu, HUT 25 tahun Gorontalo harus menjadi pesan bagi seluruh pemangku kepentingan
“Bangunlah Gorontalo dengan memberi tempat terhormat bagi anak muda.
Tanpa mereka, tidak akan lahir lompatan peradaban,”
Penulis : Dita Angraini Polapa (Sekretaris DPD 1 KNPI Provinsi Gorontalo)








