WARTANESIA – Sebuah ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 06 Desa Bumbulan, Kecamatan Paguat, Pohuwato, nyaris ludes dilalap api setelah insiden kebakaran yang diduga disebabkan oleh ulah sejumlah siswa.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, (2/9/2025), sekitar pukul 15.30 WITA.
Menurut keterangan dari Humas Polres Pohuwato, Bripka Dersi Akim, pihak kepolisian dari Polsek Paguat segera menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan dari warga setempat.
“Personel piket SPKT Polsek Paguat langsung bergerak ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah menerima informasi adanya kebakaran di SDN 06 Paguat,” ungkap Bripka Dersi Akim, Kamis (4/9/2025).
Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi di lokasi, kebakaran diduga dipicu oleh tiga siswa yang bermain api di dalam ruang kelas IV.
Mereka membakar selembar kertas, yang kemudian tanpa diduga menyulut lemari berisi buku yang berada di ruangan itu, dan menyebabkan api cepat membesar.
“Pelaku ada tiga orang, yang kesemuanya merupakan siswa di sekolah tersebut. Mereka membakar kertas, lalu api menjalar ke lemari yang terdapat tumpukan buku, sehingga api dengan cepat membesar,” jelas Akim.
Beruntung, warga sekitar segera memberikan bantuan dan berhasil memadamkan api sekitar pukul 16.00 WITA menggunakan ember dan alat seadanya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir mencapai Rp7 juta.
Pasca kejadian, pihak sekolah bersama orang tua dari ketiga siswa pelaku kebakaran telah melakukan musyawarah.
Hasilnya, disepakati bahwa masing-masing pihak tidak akan menempuh jalur hukum dan menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan.
“Pihak sekolah yang diwakili oleh kepala sekolah, serta orang tua dari para pelaku, telah sepakat secara musyawarah. Mereka membuat surat pernyataan bahwa pihak sekolah tidak keberatan atas insiden ini,” pungkas Bripka Dersi Akim.












