WARTANESIA – Suasana religius menyelimuti Masjid Agung Baiturrahim saat ribuan lampu botol menghiasi area masjid dalam gelaran Merdeka Festival Tumbilotohe.
Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan keindahan visual, tetapi juga menjadi simbol upaya membangkitkan semangat generasi muda dalam melestarikan budaya daerah di tengah kesibukan dunia kerja.
Sekitar 5.000 lampu botol dipasang selama festival yang berlangsung pada 16 hingga 18 Maret 2026. Cahaya lampu yang berjejer rapi menciptakan pemandangan memukau sekaligus memperkuat nilai-nilai budaya lokal yang sarat makna religius.
Festival tersebut merupakan kolaborasi Forum Karyawan Lokal (FOKAL) bersama Pani Gold Mine dan mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Pohuwato.
Kegiatan ini dinilai sebagai langkah konkret dalam melestarikan tradisi tumbilotohe yang menjadi bagian penting dari budaya masyarakat Gorontalo, khususnya di bulan Ramadan.
Apresiasi disampaikan Arman Mohamad yang mewakili Bupati Pohuwato saat membuka kegiatan, Selasa (17/3/2026).
“Kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada FOKAL atas inisiatif pelaksanaan Merdeka Festival Tumbilotohe ini. Kegiatan ini sangat positif dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya, khususnya yang bernuansa Islam di bulan Ramadan,” ujar Arman.
Ia turut mengapresiasi dukungan penuh dari pihak Pani Gold Mine yang telah memfasilitasi kegiatan sehingga dapat terlaksana dengan baik.
Menurut Arman, tradisi tumbilotohe memiliki makna filosofis mendalam bagi masyarakat Gorontalo. Tradisi ini awalnya bertujuan untuk menerangi jalan menuju tempat ibadah pada malam-malam terakhir Ramadan, sekaligus menjadi simbol pencerahan hati umat Islam dalam menyambut Hari Raya Idulfitri.
“Cahaya lampu dalam tumbilotohe melambangkan cahaya hati. Diharapkan di penghujung Ramadan, hati kita menjadi bersih dan kembali fitrah setelah menjalankan ibadah puasa,” jelasnya.
Selain instalasi lampu, panitia juga menggelar berbagai lomba yang melibatkan anak-anak dan remaja, seperti lomba adzan, video reels tumbilotohe, mohungguli tumbilotohe, serta da’i cilik. Total hadiah yang disediakan mencapai Rp25 juta dengan pendaftaran gratis bagi masyarakat.
Arman berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana menanamkan nilai-nilai keagamaan sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah.
“Mudah-mudahan festival tumbilotohe seperti ini dapat menjadi agenda tahunan dengan konsep yang lebih matang ke depannya,” ungkapnya.
Sementara itu, perwakilan manajemen Pani Gold Mine, Dimas Yapanto, mengaku bangga atas peran aktif generasi muda dalam menjaga dan melestarikan tradisi melalui festival tersebut.
“Manajemen menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada FOKAL. Kami bangga memiliki generasi muda yang tetap menjaga dan melestarikan budaya daerah,” ungkap Dimas.
Sementara itu ketua panitia kegiatan Merdeka Fesival Tumbilotohe, Dwiki Nihe, menyampaikan bahwa event kali ini merupakan kegiatan perdana yang dilaksanakan oleh FOKAL sebagai untuk menjaga dan melestarikan tradisi daerah Gorontalo.
“Event ini kami gelar dalam rangka melestarikan tradisi daerah Gorontalo khususnya dibulan ramadan, juga sebagai momen untuk menjalin silaturahmi antar karyawan, masyarakat dan stakeholder,” ucap Dwiki.
Diketahui bahwa Event Merdeka Festival Tumbilotohe 2026 merupakan kegiatan perdana yang diinisiasi oleh FOKAL Pohuwato dan didukung penuh oleh Merdeka Gold Resources.













