WARTANESIA – Masyarakat Provinsi Gorontalo dikejutkan dengan beredarnya sebuah video CCTV yang memperlihatkan aksi seorang pria masuk ke rumah warga dan diduga berusaha melakukan tindak pemerkosaan. Insiden tersebut terjadi pada Senin dini hari, (9/6/2025).
Dari hasil penyelidikan, pria dalam rekaman tersebut diketahui berinisial YT alias Yayan, warga Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo.
Merespons laporan warga, pihak Kepolisian Resor (Polres) Pohuwato segera melakukan penyelidikan intensif.
Hasilnya, berkat kerja sama antara Polres Pohuwato dan Polres Boalemo, Yayan akhirnya berhasil diamankan pada Minggu, 15 Juni 2025.
Atas keberhasilan ini, masyarakat memberikan apresiasi terhadap aparat kepolisian. Meski lega, warga masih merasa cemas karena sosok Karimu alias ‘Kolor Ijo’, pelaku kejahatan seksual yang pernah meresahkan wilayah Gorontalo, hingga kini belum tertangkap sejak bebas dari penjara.
Yayan Sudah Diamankan, Karimu Masih Bebas Berkeliaran
Publik bisa sedikit lega dengan ditangkapnya Yayan, namun, sosok Karimu masih menjadi momok bagi masyarakat.
Mengutip laporan dari Tribun Gorontalo, Karimu yang dijuluki ‘Kolor Ijo’, merupakan seorang residivis yang sempat menghantui warga Kabupaten Bone Bolango.
Ia kembali menjadi buronan setelah dugaan keterlibatan dalam aksi serupa pasca bebas dari masa tahanan.
Hingga Senin, 16 Juni 2025, keberadaan Karimu masih menjadi misteri. Menurut pihak Polres Bone Bolango, kesulitan utama dalam proses penangkapan Karimu adalah karena kemampuannya menguasai wilayah persembunyian, khususnya di daerah Kabila, tempat asalnya.
“Kenapa Karimu belum tertangkap? Karena dia asli situ,” ujar AKP Yudhi, Kasat Reskrim Polres Bone Bolango dikutip tribun gorontalo, Senin (16/6/2025).
Karimu disebut sangat paham seluk-beluk medan pelariannya sehingga menyulitkan petugas dalam melakukan pengejaran.
“Otomatis medan yang menjadi pelariannya telah ia kuasai,” tambah Yudhi.
Informasi dari warga mengindikasikan bahwa Karimu tidak pernah meninggalkan wilayah Kabila, dan diyakini hanya berpindah-pindah tempat di sekitar sana.
Sulit Ditangkap, Karimu Lihai Bersembunyi
Meski demikian, aparat menemukan beberapa petunjuk penting. Tim mendapati bekas tempat istirahat di semak-semak dan di bawah akar pohon, yang diyakini menjadi lokasi Karimu bersembunyi saat siang hari.
“Kalau siang dia tidur di semak-semak dan akar pohon, beberapa kali kita sisir dan ditemukan indikasi itu,” jelas AKP Yudhi.
Pengejaran pun terus dilakukan tanpa henti. Sejak munculnya laporan dan rekaman CCTV, anggota Resmob Polres Bone Bolango terus melakukan patroli dan pengawasan di lapangan.
“Sampai tadi malam pukul 04.00 Subuh, anggota saya masih berada di lapangan,” ungkapnya.
Namun, pengejaran tidaklah mudah. Selain medan yang sulit, Karimu diketahui sangat lincah dan peka terhadap cahaya, sehingga ia langsung menghindar ketika melihat sinar senter dari petugas.
“Dia tidak tidur di pondok, hanya bersembunyi di semak atau di bawah akar pohon. Sangat hafal lokasi dan cepat menghindar,” kata Yudhi.
Masyarakat Diimbau Tetap Tenang
AKP Yudhi juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik berlebihan. Ia memastikan bahwa pihak kepolisian telah memperketat pengawasan dan terus melakukan pengejaran terhadap pelaku.
“Kami imbau kepada masyarakat, jangan khawatir. Tetap akan kami kejar dia. Sampai sekarang pun anggota kami masih di lapangan,” pungkasnya.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa penangkapan Karimu tinggal menunggu waktu. Sementara itu, masyarakat diimbau untuk melaporkan segala aktivitas mencurigakan kepada aparat agar proses pengejaran berjalan maksimal.



