WARTANESIA – Klub Liga Primer Inggris, Tottenham Hotspur, secara resmi mengajukan gugatan hukum terhadap Ineos Automotive di Pengadilan Tinggi Inggris.
Gugatan ini dipicu oleh keputusan sepihak Ineos untuk mengakhiri kerja sama sponsorship bernilai jutaan poundsterling yang sebelumnya telah disepakati kedua belah pihak.
Ineos Automotive diketahui merupakan anak usaha dari konglomerat kimia Ineos Group yang dimiliki oleh Sir Jim Ratcliffe, salah satu pemilik saham di Manchester United.
Gugatan Tottenham pun kian menyita perhatian publik karena melibatkan dua kubu raksasa Premier League yang selama ini dikenal memiliki persaingan ketat di dalam maupun luar lapangan.
Dilansir dari Talksport, Sabtu (14/6/2025), hubungan kemitraan antara Tottenham dan Ineos berawal pada tahun 2020 ketika Ineos memasok produk hand sanitizer ke klub asal London tersebut di tengah pandemi COVID-19.
Hubungan itu berlanjut dengan penandatanganan kontrak resmi pada Desember 2022, menjadikan kendaraan Ineos Grenadier sebagai mitra resmi 4×4 Tottenham Hotspur untuk jangka waktu lima tahun.
Namun, pada Desember 2024, Ineos memutuskan untuk menghentikan kontrak tersebut. Keputusan ini didasarkan pada klaim bahwa mereka menggunakan hak penghentian sebagaimana tertuang dalam perjanjian kontrak.
Tottenham menilai tindakan itu sebagai pelanggaran atas kesepakatan yang telah dibuat dan memilih untuk membawa persoalan ini ke ranah hukum.
Dalam pernyataan resminya, Ineos menegaskan bahwa langkah mereka sah secara hukum dan telah sesuai dengan ketentuan kontrak yang disepakati.
Sementara itu, Tottenham menolak memberikan komentar lebih lanjut terkait proses hukum yang sedang berlangsung.
Di luar aspek legal, perselisihan ini turut dipandang sebagai bagian dari eskalasi rivalitas dua klub besar Inggris.
Apalagi, sengketa ini muncul di tengah upaya Tottenham untuk membajak penyerang Brentford, Bryan Mbeumo — pemain yang juga masuk radar transfer Manchester United.
Perseteruan ini pun mencerminkan bahwa persaingan klub tak hanya terjadi di atas lapangan, tetapi juga dalam aspek bisnis dan strategi komersial yang semakin kompleks di era sepak bola modern.











