WARTANESIA – Tawaran menggiurkan dari luar negeri tak mampu menggoyahkan loyalitas atlet panjat tebing Indonesia. Meski dijanjikan gaji tinggi dan panggung Eropa, mereka memilih tetap berjuang untuk bangsa.
Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid, mengungkap adanya upaya naturalisasi dari Turki terhadap atlet panjat tebing Indonesia. Tawaran tersebut bahkan menyasar lebih dari satu atlet sekaligus.
Dalam konferensi pers di Bekasi, Jumat, Yenny menyebut jumlah atlet yang diminati bisa mencapai tiga hingga lima orang.
“Sebanyak-banyaknya kalau mereka mau. Mungkin bisa sampai tiga sampai lima atlet yang ditawarkan,” ujarnya, dikutip dari Galeri Sepak Bola Indonesia, Minggu (06/04/2026).
Turki disebut memberikan berbagai iming-iming menarik, mulai dari gaji besar hingga kesempatan tampil di berbagai kejuaraan bergengsi di Eropa. Namun, tawaran tersebut tidak membuat para atlet berpaling.
Alih-alih tergoda, para atlet justru menunjukkan komitmen kuat untuk tetap membela Indonesia di panggung internasional. Rasa bangga mengenakan seragam Merah Putih menjadi alasan utama mereka menolak tawaran tersebut.
“Walaupun dengan tawaran yang sangat menggiurkan, gaji yang tinggi, dan kesempatan bertanding di Eropa, mereka tetap lebih bangga berjuang untuk Indonesia,” tegas Yenny.
Keputusan ini menjadi cerminan kuatnya semangat nasionalisme di kalangan atlet. Di tengah peluang karier global yang terbuka lebar, pilihan untuk tetap setia kepada Indonesia menjadi pesan penting tentang dedikasi dan cinta Tanah Air.










