WARTANESIA – Bupati Pohuwato, Saipul Mbuinga, memaparkan sejumlah capaian pembangunan daerah yang dinilai menunjukkan progres signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Ia menyebutkan, pada awal pembentukan Kabupaten Pohuwato, berbagai keraguan sempat muncul, bahkan ada kekhawatiran daerah baru ini justru akan melahirkan kantong-kantong kemiskinan baru.
Namun seiring berjalannya waktu, kondisi tersebut berangsur berubah. Berdasarkan data terbaru, tingkat kemiskinan Pohuwato pada 2025 tercatat sebesar 15,24 persen. Bahkan pada 2024, Pohuwato menjadi kabupaten dengan penurunan angka kemiskinan tertinggi.
“Tren positif ini harus terus kita jaga dan pertahankan sebagai modal penting dalam pembangunan ke depan,” ujar Saipul.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Pohuwato pada 2025 mencapai 7,16 persen. Sementara itu, angka kemiskinan yang pada awal pembentukan daerah sempat berada di angka 62,34 persen, kini berhasil ditekan menjadi 15,24 persen.
Meski menunjukkan penurunan yang signifikan, Saipul mengakui bahwa angka kemiskinan Pohuwato masih berada di atas rata-rata Provinsi Gorontalo sebesar 12,62 persen dan nasional sebesar 8,25 persen.
Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong program pembangunan yang berkelanjutan dan tepat sasaran guna mempercepat penurunan angka kemiskinan.
Dari sisi ketenagakerjaan, kondisi juga menunjukkan tren positif. Tingkat pengangguran turun dari 3,46 persen pada 2023 menjadi 2,83 persen pada 2025. Capaian tersebut bahkan melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang ditetapkan sebesar 3,0 persen.
Meski demikian, Saipul mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi turut membawa konsekuensi meningkatnya tekanan terhadap pemanfaatan ruang.
Ia menegaskan pentingnya penegakan hukum dan pengawasan tata ruang secara tegas guna mencegah potensi konflik.
“Ketika pertumbuhan ekonomi meningkat, permintaan ruang juga bertambah. Ini harus diwaspadai karena berpotensi memicu konflik pemanfaatan ruang. Penegakan hukum harus kuat dan tegas agar tidak terjadi alih fungsi lahan yang tidak terkendali,” tegasnya.
Menurutnya, pengelolaan ruang yang baik menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara investasi, pembangunan infrastruktur, dan kelestarian lingkungan.
Dengan berbagai capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Pohuwato optimistis pembangunan daerah akan terus bergerak ke arah yang lebih baik.
Memasuki usia ke-23 tahun, Pohuwato diharapkan semakin maju dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata dan berkelanjutan.













