Bupati Pohuwato Janji Carikan Solusi Terkait Keluhan Penambang

WARTANESIA – Masyarakat penambang rakyat di Pohuwato kembali mengeluhkan sulitnya menjual emas hasil tambang mereka. Selama tiga hari terakhir, aktivitas jual beli emas di tingkat penampung dilaporkan terhenti, sehingga berdampak langsung pada pendapatan para penambang.

Salah seorang penambang, Yuriko Dai, mengaku kebingungan karena tidak mengetahui harus mengadu ke mana. Ia menyebut menambang merupakan satu-satunya sumber penghasilan, sementara saat ini tidak ada pihak yang bersedia membeli emas mereka.

banner 468x60

“Kami bingung harus mengeluh ke siapa. Mata pencaharian kami cuma menambang, sekarang emas tidak ada yang mau beli. Sebentar lagi Lebaran, mau bayar zakat fitrah dan beli baju anak-anak, tidak tahu ambil uang dari mana,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Kisman Hamid, warga Desa Buntulia Tengah. Ia mengatakan sudah berkeliling sejak pagi untuk menjual emas, namun seluruh toko penampung tutup.

“Dari pagi kami keliling bawa emas, tapi tidak ada yang mau beli. Semua toko pembeli tutup,” katanya.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Pohuwato Saipul Mbuinga menyatakan pemerintah daerah tengah berupaya mencari jalan keluar agar aktivitas jual beli emas dapat kembali berjalan.

Menurutnya, perputaran dana dari pihak penampung emas di daerah bergantung pada kiriman dana dari Surabaya. Namun, dana tersebut belum dikirim karena pihak utama di sana masih berurusan dengan aparat penegak hukum.

“Dana penampung emas di sini berasal dari Surabaya. Mereka belum mengirimkan uang karena bos besar di sana masih berurusan dengan pihak berwajib. Kami menunggu kepastian dari sana sambil mencarikan solusi lain,” jelasnya.

Ketua DPRD Pohuwato Beni Nento membenarkan informasi tersebut. Ia menyebut gangguan distribusi dana tidak hanya berdampak di Pohuwato, tetapi juga memengaruhi aktivitas perdagangan emas di wilayah lain seperti Gorontalo hingga Makassar.

Menurutnya, situasi ini dipicu kekhawatiran pelaku usaha setelah adanya kasus penangkapan terkait transaksi emas, meskipun belum tentu berkaitan langsung dengan para penambang di daerah.

Lebih lanjut, Beni menegaskan pihaknya akan segera mengambil langkah cepat agar masyarakat penambang dapat kembali menjual hasil tambang mereka.

“Saat ini kami berada di Jakarta untuk menemui Syarif Mbuinga guna mencari solusi atas persoalan ini. Kami sangat prihatin dengan kondisi masyarakat penambang,” pungkasnya.