WARTANESIA – Belum sepenuhnya pulih dari trauma banjir bandang yang terjadi pada Jumat (20/6/2025) lalu, warga Desa Tuweya, Kecamatan Wanggarasi, Kabupaten Pohuwato, kini kembali harus menghadapi ancaman banjir.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Wanggarasi sejak Selasa (9/9/2025) siang hingga sore, menyebabkan air sungai di sekitar desa tersebut meluap dan mulai menggenangi pemukiman warga.
Kepala Desa Tuweya, Daud Adam, menyebut banjir kali ini disebabkan oleh jebolnya tanggul yang sebelumnya rusak akibat banjir bandang, dan hingga kini belum mendapat penanganan serius dari pihak terkait.
“Ini akibat tanggul yang belum juga diperbaiki. Kemarin dari Dirjen memang sempat turun ke sini, tapi hanya sebatas foto-foto. Sampai sekarang belum ada tindakan nyata,” kata Daud kepada wartawan, Selasa malam.
Ia juga mengungkapkan bahwa banjir mulai terjadi sekitar pukul 17.30 WITA, dan hingga saat ini ketinggian air telah mencapai lebih dari satu meter. Sejumlah warga pun dikabarkan telah mengungsi ke tempat yang lebih aman.
“Air mulai naik sejak setengah enam sore, dan sekarang sudah lebih dari satu meter. Beberapa warga sudah mulai mengungsi,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pohuwato mengenai langkah penanganan atau bantuan darurat untuk warga terdampak.














