WARTANESIA.ID – Etape pertama Tour de NTT 2026 berlangsung dari Desa Meotroi, Kecamatan Laenmanen, Kabupaten Malaka, menuju Kantor Camat Tasifeto Barat, Kabupaten Belu. Dalam perjalanan itu, Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena singgah ke sebuah rumah di Desa Leuntolu dan membawa berkah berupa bantuan bedah rumah NTT bagi Mama Theresia Lina Fin (55).
Saat rombongan tiba di Desa Leuntolu, Gubernur Melki mampir ke salah satu rumah yang letaknya tidak jauh dari jalan trans Timor Raya. Rumah itu hanya berdinding anyaman bambu, dan pemiliknya tidak lain adalah Mama Theresia Lina Fin, perempuan yang sehari-hari berprofesi sebagai penjual sayur.
Di rumah sederhana tersebut, orang nomor satu di NTT itu berdialog langsung dengan Mama Theresia. Gubernur menanyakan dengan siapa perempuan itu tinggal serta keberadaan suaminya.
Setelah mendengar jawaban Mama Theresia, Gubernur Melki meminta Kepala Dinas PUPR NTT Benyamin Nahak untuk segera memproses administrasi dan membedah rumah tersebut. “Nanti Mama, semua administrasi lewat Pak Beny (Kadis PUPR NTT), dan rumah ini segera dibedah menjadi rumah yang layak huni,” ucap Gubernur Melki.
Gubernur Melki menegaskan bahwa program bedah rumah merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto yang dieksekusi oleh Pemerintah Provinsi NTT. Program tersebut juga menjadi bagian dari perayaan HUT ke-68 Provinsi Nusa Tenggara Timur yang jatuh pada 20 Desember 2026.
“Ini arahan dari Pak Presiden Prabowo. Kami sebagai Gubernur, kami pakai anggaran pemerintah Provinsi dan sekarang juga kita kerjakan,” kata Melki.
Mama Theresia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Melki dan mengaku senang mendapat bantuan tersebut. Menurutnya, selama ini dirinya termasuk penerima bantuan PKH, tetapi belum mendapat bantuan bedah rumah.
Kepala Desa Leuntolu, Patris Luan, mengaku bahagia karena ada tiga kepala keluarga di wilayahnya yang terpilih mendapatkan bantuan bedah rumah. “Kami sangat senang. Lewat Tour de NTT dan HUT ke-68 NTT, masyarakat kami 3 KK terpilih mendapatkan bantuan bedah rumah,” katanya.
Patris berharap ke depan tidak hanya tiga KK, tetapi lebih banyak lagi warga di desanya yang bisa mendapatkan bantuan serupa.










