WARTANESIA.ID – Desa Torosiaje, Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan menembus grand final program Mata Garuda Membangun Desa.
Keberhasilan ini disampaikan langsung oleh Kepala Desa Torosiaje, Uten Saerullah, yang menjelaskan bahwa partisipasi desa dalam program tersebut berangkat dari kondisi efisiensi anggaran yang tengah terjadi, khususnya pada Dana Desa.
“Kepala Desa Torosiaje, Uten Saerullah mengungkapkan bahwa melihat adanya efisiensi anggaran, terutama anggaran dana desa saat ini yang mengalami penurunan secara drastis,” ujarnya, kepada WARTANESIA.ID, Selasa (05/05/2026).
Pemerintah Desa Torosiaje, lanjutnya, kemudian mencoba mendaftarkan Desa Torosiaje, Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo untuk mengikuti program desa binaan Mata Garuda Membangun Desa.
“Mata Garuda itu adalah organisasi yang ada di bawah Kementerian Keuangan dan dasar programnya mereka mengacu ke programnya pak presiden yang 8 kriteria unggulan itu,” jelasnya.
Ia menambahkan, setelah melakukan pendaftaran melalui link program, Desa Torosiaje menjadi satu-satunya perwakilan dari Kabupaten Pohuwato bahkan Provinsi Gorontalo di antara 27 desa dari 20 provinsi yang mengikuti program tersebut.
“Setelah melakukan pendaftaran melalui link Mata Garuda Membangun Desa, Desa Torosiaje satu-satunya desa yang mewakili Kabupaten Pohuwato, terlebih mewakili Provinsi Gorontalo,” katanya.
Ia bilang, dari daftar desa peserta, terdapat 27 desa dari 20 provinsi yang mengikuti program Mata Garuda Membangun Desa, salah satunya Desanya.
“Seiring berjalannya waktu, dari 27 desa tersisa 9 desa yang masuk dalam tahapan wawancara untuk menentukan 3 desa yang akan masuk pada grand final, yang selanjutnya akan menjalani tahapan survei lapangan oleh tim Mata Garuda Membangun Desa,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Desa Torosiaje berhasil lolos hingga masuk tiga besar dan berhak melaju ke grand final.
“Setelah masuk dalam 9 desa yang lolos dari tahapan penilaian dan melakukan pemaparan lewat Zoom Meeting, Alhamdulillah Desa Torosiaje masuk dalam 3 desa yang saat ini menjadi finalis grand final dan akan dilakukan survei lapangan oleh tim Mata Garuda Membangun Desa pada tanggal 22–24 Mei 2026,” jelasnya.
Dengan capaian tersebut, Desa Torosiaje kini resmi mewakili Kabupaten Pohuwato dan Provinsi Gorontalo di tingkat nasional. Ia pun mengajak seluruh pihak untuk memberikan dukungan penuh.
“Sehingga dengan lolosnya Desa Torosiaje menjadi desa yang masuk ke grand final mewakili Kabupaten Pohuwato dan Provinsi Gorontalo, saya selaku Kepala Desa Torosiaje memohon doa dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Pohuwato dan Pemerintah Provinsi Gorontalo, kelembagaan BPD, kelembagaan adat, serta terlebih khusus seluruh elemen masyarakat Desa Torosiaje,” pungkasnya.













