Harga Cabai Rawit di Gorontalo Naik Jelang Ramadhan

WARTANESIA – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Provinsi Gorontalo mengalami kenaikan signifikan menjelang bulan suci Ramadhan 2026. Lonjakan tertinggi terjadi pada komoditas cabai rawit lokal atau rica samia yang kini menembus Rp60 ribu per kilogram.

Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional di Kota Gorontalo dan Bone Bolango, Senin (16/02/2026), harga cabai rawit lokal tercatat Rp60 ribu per kilogram. Angka tersebut naik Rp20 ribu dari pekan sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp40 ribu per kilogram.

banner 468x60

Tak hanya cabai rawit, harga bawang merah juga mengalami kenaikan dari Rp40 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram. Sementara itu, harga tomat naik dari Rp10 ribu menjadi Rp12 ribu per kilogram.

Kenaikan cabai rawit menjadi yang paling mencolok karena terjadi hanya dalam waktu sepekan. Lonjakan harga ini berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga masyarakat yang mulai mempersiapkan kebutuhan menyambut Ramadhan.

Salah seorang pembeli di pasar tradisional, Fadila, mengaku terpaksa mengurangi jumlah pembelian cabai akibat tingginya harga.

“Kalau rica samia sudah Rp60 ribu per kilogram, tentu berat. Padahal cabai selalu dipakai untuk masakan sehari-hari. Biasanya saya beli lebih banyak, sekarang terpaksa dikurangi,” ujarnya.

Pedagang pasar, Murtina, mengatakan kenaikan harga dipicu oleh meningkatnya permintaan menjelang Ramadhan, sementara pasokan belum sepenuhnya stabil.

“Permintaan mulai naik karena masyarakat sudah belanja kebutuhan Ramadhan. Tapi pasokan cabai belum maksimal, jadi harga cepat naik,” katanya.

Sejumlah warga berharap pemerintah daerah dapat memperkuat pengawasan distribusi dan menjaga stabilitas pasokan agar harga kebutuhan pokok tetap terkendali selama Ramadhan 2026. Stabilitas harga dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat serta mengantisipasi tekanan inflasi daerah.

Pemerintah diminta segera mengambil langkah konkret, seperti menggelar operasi pasar dan memperkuat koordinasi dengan distributor, guna memastikan ketersediaan bahan pangan utama tetap aman dan terjangkau bagi masyarakat.