WARTANESIA.ID – Perayaan syukur 25 tahun tahbisan imamat RD. Adrianus Dimu, Pr., yang berlangsung di Kapela Stasi Santa Theresia Tenau, Kupang, pada Selasa (13/10/2026), dimanfaatkan Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo sebagai ruang refleksi mendalam soal makna kepemimpinan. Di hadapan ratusan umat dan sejumlah rohaniwan, ia menilai prinsip pelayanan yang tulus dari seorang imam layak diadopsi dalam tata kelola pemerintahan.
Suasana perayaan di kawasan Tenau itu tampak semarak sekaligus religius. Arena acara outdoor dihias sedemikian rupa dengan gemerlap lampu hias, sementara tempat duduk tamu undangan VIP ditata menggunakan jajaran sofa kulit merah dan jemaat menempati deretan kursi plastik biru. Wali Kota Kupang terlihat duduk berdampingan dengan RD. Adrianus Dimu yang mengenakan jubah putih serta RD. Bob Muda yang memakai pakaian klerus hitam. Di atas panggung, suguhan foto jejak perjalanan pelayanan RD. Adrianus Dimu menjadi latar utama acara syukuran tersebut.
Dalam pidato sambutannya, dr. Christian Widodo menegaskan bahwa kemajuan sebuah kota tidak semata diukur dari megahnya pembangunan fisik seperti jalan dan gedung, melainkan juga dari pembentukan kualitas manusia yang beriman dan berkarakter. Ia berpandangan bahwa filosofi kepemimpinan sejati terletak pada kesediaan untuk hadir dan melayani masyarakat kecil.
“Bukan tentang seberapa tinggi status kita atau seberapa besar kewenangan yang kita miliki, tetapi tentang seberapa dalam kita mampu menyelam dalam pelayanan. Kekuasaan itu bukan hanya otoritas, melainkan kesediaan untuk melayani dan menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat,” tegas dr. Christian Widodo.
Pada kesempatan yang sama, RD. Adrianus Dimu membagikan perjalanan panggilannya yang berlandaskan motto “Jiwaku Memuliakan Tuhan dan Hatiku Bergembira karena Allah, Juru Selamatku”. Sementara itu, Pastor Paroki Santo Gregorius Agung Oeleta, RD. Bob Muda, menggarisbawahi bahwa 25 tahun imamat merupakan perayaan atas ketulusan dan tindakan kasih.
Rangkaian acara ditutup dengan sesi ramah tamah, pengalungan kain tenun, serta doa bersama untuk keberkahan Kota Kupang.




