WARTANESIA – Sebuah video berdurasi singkat yang diduga bermuatan asusila kini berubah menjadi bola panas yang mengguncang panggung politik Kabupaten Gorontalo.
Video yang ramai beredar di media sosial itu menyeret nama oknum anggota legislatif (aleg) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan langsung memicu gelombang kemarahan publik.
Dalam hitungan jam sejak beredar luas, video tersebut menjadi bahan perbincangan panas di berbagai grup WhatsApp, Facebook, hingga Instagram.
Warganet mempertanyakan integritas dan moral wakil rakyat, bahkan menyebut kasus ini sebagai “tamparan keras” bagi marwah lembaga legislatif daerah.
“Kalau benar, ini bukan sekadar urusan pribadi. Ini soal etika pejabat publik,” tulis salah satu warganet dalam unggahan yang telah dibagikan ratusan kali.
Meski keaslian video dan keterkaitan pihak yang disebut-sebut di dalamnya belum dapat dipastikan, tekanan publik terus meningkat.
Banyak pihak mendesak agar PKB segera angkat bicara dan melakukan klarifikasi terbuka, guna mencegah spekulasi liar yang kian merusak kepercayaan masyarakat.
Sorotan tajam juga diarahkan ke DPRD Kabupaten Gorontalo. Lembaga yang seharusnya menjadi simbol kehormatan dan teladan justru kembali diuji oleh kasus viral yang mencoreng citra politik lokal.
Di sisi lain, aparat penegak hukum didesak untuk menelusuri asal-usul video tersebut, termasuk kemungkinan pelanggaran hukum terkait penyebaran konten yang melanggar norma kesusilaan dan Undang-Undang ITE.
Penelusuran ini dinilai penting untuk memastikan siapa korban dan siapa yang harus bertanggung jawab secara hukum.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari PKB maupun pihak yang dikaitkan dengan video viral tersebut.
Publik Gorontalo kini menanti akankah kasus ini diselesaikan secara bermartabat, atau justru menjadi noda baru dalam sejarah politik daerah?







