WARTANESIA – Setelah sebelumnya empat warga negara asing (WNA) asal Sri Lanka kedapatan menambang di wilayah Pohuwato, kini lima WNA asal China diduga melakukan survei di lokasi tambang rakyat milik salah satu warga Marisa Utara pada Senin (12/05/2025).
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa kelima WNA tersebut telah hampir seminggu menginap di Golden Sri Hotel, yang berada di Kecamatan Marisa.
“Kedatangan mereka sepertinya untuk survei area pertambangan. Tadi mereka ke lokasi tambang milik warga Marisa Utara,” ujar Mat Laban, sopir yang mengantar para WNA tersebut.
Sumber lain menyebutkan bahwa kegiatan survei tersebut dilakukan di lokasi milik warga berinisial PP. Saat dikonfirmasi pada Rabu (14/05/2025), PP membenarkan hal itu.
“Ya, mereka hanya sekadar survei pertambangan,” jawab PP singkat melalui pesan.
Namun, saat ditanya lebih lanjut mengenai maksud dan tujuan survei tersebut—apakah berkaitan dengan kerja sama kontrak atau perwakilan perusahaan tertentu—PP tidak memberikan tanggapan lebih lanjut.
Sementara itu, manajer Golden Sri Hotel, Azhar Badiu, mengaku pihaknya telah berinisiatif melaporkan keberadaan lima WNA China tersebut ke pihak Imigrasi Provinsi Gorontalo.
“Saya sudah melaporkan keberadaan mereka ke pihak Imigrasi, dan saya langsung menghubungi Pak Piter,” jelas Azhar.
Piter, salah satu petugas Imigrasi yang bertugas di Pohuwato, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya masih akan melakukan koordinasi dengan pimpinan terkait kehadiran WNA tersebut.
“Sementara ini saya sedang koordinasikan dengan pimpinan pak,” singkatnya.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak imigrasi maupun aparat terkait mengenai legalitas dan tujuan kedatangan kelima WNA China tersebut ke wilayah tambang rakyat di Pohuwato.
(Lan)








