WARTANESIA.ID — Insiden kecelakaan kembali terjadi di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Tomula, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Rabu (2/9/2026).
Tiga orang penambang dilaporkan tertimbun material tanah setelah terjadi longsor secara tiba-tiba saat aktivitas pertambangan berlangsung.
Informasi yang dihimpun WARTANESIA.ID, material tanah mendadak longsor dan menimpa sejumlah penambang yang sedang berada di area pertambangan.
Sedikitnya tiga penambang dilaporkan menjadi korban dalam insiden tersebut. Salah seorang korban disebut mengalami luka cukup serius, bahkan diduga mengalami patah kaki akibat tertimpa material tanah.
Ketiga korban masing-masing disebut bernama Rendi Suleman, Alexander, dan Ridwan Mbuinga.Beruntung, ketiganya berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.
Setelah mendapat pertolongan awal, para korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Bumi Panua (RSUD-BP) Pohuwato untuk mendapatkan penanganan medis.
Rendi Suleman, yang dilaporkan mengalami luka cukup serius, kemudian dirujuk ke salah satu rumah sakit di Kota Gorontalo untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.Sementara dua korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di RSUD Bumi Panua Pohuwato.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi lengkap kejadian, kondisi para korban, maupun dugaan penyebab longsornya material tanah di lokasi PETI Tomula.





