WARTANESIA – Menanggapi pemberitaan berjudul “Masyarakat Bajo Terancam, Seluruh Ikan Konsumsi di Teluk Tomini Tercemar Mikroplastik” yang dimuat di wartanesia.id, para peneliti yang melakukan kajian mikroplastik pada ikan di wilayah Torosiaje Jaya dan Teluk Tomini, menyampaikan hak jawab guna meluruskan sejumlah informasi yang dinilai berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Ini disampaikan langsung oleh pihak UNG, lewat rilis yang dikeluarkan oleh Humas UNG, Rachmad Hidayah, pada Senin (19/1/2026).
Dalam rilis dijelaskan, peneliti menegaskan penelitian yang dilakukan tidak menyimpulkan seluruh ikan konsumsi di Teluk Tomini tercemar mikroplastik.
Studi tersebut hanya menggunakan 15 sampel ikan dari beberapa spesies tertentu dan tidak merepresentasikan keseluruhan populasi ikan di wilayah Teluk Tomini.
Selain itu, lokasi pengambilan sampel terbatas pada tiga titik pengamatan, sehingga hasil penelitian tidak dapat digeneralisasikan untuk seluruh kawasan Teluk Tomini.
Peneliti juga menekankan bahwa bagian ikan yang dianalisis hanya saluran pencernaan (saluran cerna), bukan bagian daging ikan yang dikonsumsi oleh masyarakat.
Penelitian ini merupakan kajian ilmiah awal yang masih memiliki keterbatasan, khususnya dalam hal identifikasi jenis polimer mikroplastik, sehingga diperlukan penelitian lanjutan untuk memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh dan akurat.
Penelitian ini semata-mata bertujuan untuk kepentingan ilmiah dan peningkatan pengetahuan, bukan untuk menggeneralisasi kondisi perikanan di Teluk Tomini maupun menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Peneliti berharap hak jawab ini dapat menjadi penjelasan yang proporsional dan membantu masyarakat memahami hasil penelitian secara lebih utuh dan berimbang.






