WARTANESIA.ID – Kasus dugaan pembegalan sepeda motor yang sempat menghebohkan warga Pringsewu, Lampung, akhirnya terungkap. Pria yang mengaku menjadi korban aksi begal ternyata merekayasa cerita tersebut untuk menutupi kesalahannya sendiri.
Pria berinisial IH (30), warga Pekon Waluyojati, Kabupaten Pringsewu, sebelumnya mengaku kehilangan sepeda motor setelah dibegal saat melintas di jalan penghubung Pekon Sidoharjo menuju kawasan Pemda Pringsewu pada Minggu (14/6/2026).
Pengakuan itu kemudian disampaikan kepada istrinya dan dengan cepat menyebar di media sosial. Informasi tersebut sempat membuat warga resah dan khawatir karena diduga terjadi aksi kriminal di wilayah tersebut.
Meski tidak menerima laporan resmi dari korban, Polres Pringsewu tetap melakukan penyelidikan karena kabar yang beredar telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Hasil penyelidikan akhirnya mengungkap fakta yang jauh berbeda. Sepeda motor Honda Beat yang diklaim dirampas begal ternyata dijual sendiri oleh IH. Uang hasil penjualan kendaraan tersebut diketahui digunakan sebagai modal bermain judi online.
Kasat Reskrim Polres Pringsewu, Iptu Rosali, mengatakan bahwa cerita pembegalan sengaja dibuat agar sang istri tidak mengetahui perbuatannya.
“Hasil pendalaman menunjukkan bahwa informasi pembegalan tersebut tidak benar. Yang bersangkutan mengakui sepeda motor telah dijual dan uang hasil penjualannya digunakan untuk bermain judi online. Cerita pembegalan dibuat untuk menutupi perbuatannya dari istrinya,” ujar Rosali.
Dalam pemeriksaan, istri IH mengaku tidak mengetahui bahwa cerita tersebut merupakan kebohongan. Ia menyebarkan informasi itu ke media sosial karena mempercayai pengakuan suaminya.
Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang belum dipastikan kebenarannya. Penyebaran informasi palsu tidak hanya berpotensi menimbulkan kepanikan, tetapi juga dapat menimbulkan konsekuensi hukum sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Sementara itu, IH menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan pihak kepolisian atas kebohongan yang telah dibuatnya.
“Saya mengakui perbuatan saya dan meminta maaf kepada masyarakat Pringsewu serta pihak kepolisian karena telah membuat cerita yang tidak benar hingga menimbulkan keresahan. Saya menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut,” kata IH.

