Suharsi Igirisa-Beni Nento, Sinyal Duet Golkar untuk Pilkada Pohuwato 2030?

WARTNESIA.ID — Pertemuan dua figur Partai Golkar, Suharsi Igirisa dan Beni Nento, usai Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Pohuwato, Senin (17/8/2026), mulai menarik perhatian di tengah pembicaraan politik menuju Pilkada Pohuwato 2030.

Keduanya terlihat bertemu dan saling berjabat tangan serta berfoto bersama. Momen tersebut sontak memunculkan spekulasi politik, apakah pertemuan itu sekadar silaturahmi atau menjadi sinyal awal terbentuknya kekuatan baru Golkar, untuk menghadapi kontestasi Pilkada Pohuwato mendatang.

Suharsi Igirisa saat ini merupakan kader Golkar di tingkat provinsi. Sementara Beni Nento dikenal sebagai Ketua DPRD Pohuwato sekaligus Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD II Partai Golkar Pohuwato.

Jika keduanya benar-benar dipasangkan pada Pilkada 2030, konfigurasi tersebut dinilai memiliki daya tarik tersendiri. Suharsi memiliki rekam jejak panjang dalam pemerintahan dan politik Pohuwato, termasuk pernah menjabat Ketua DPRD Pohuwato serta Wakil Bupati Pohuwato.

Di sisi lain, Beni Nento memiliki posisi strategis di tubuh Golkar Pohuwato. Kehadirannya sebagai Ketua DPRD sekaligus pengendali pemenangan pemilu partai membuat namanya memiliki basis politik tersendiri.

Keduanya juga dinilai memiliki representasi wilayah yang dapat menjadi modal politik. Suharsi selama ini dikenal memiliki jaringan politik yang kuat, sementara Beni Nento memiliki basis dan jaringan di wilayah lain di Pohuwato. Jika kekuatan tersebut disatukan, bukan tidak mungkin menjadi salah satu konfigurasi yang diperhitungkan menuju 2030.

Namun, terlalu dini menyebut pertemuan tersebut sebagai deklarasi atau tanda pasti terbentuknya pasangan calon. Sebab, tahapan menuju Pilkada 2030 masih panjang dan dinamika politik di internal partai maupun antar partai masih sangat mungkin berubah.

Suharsi pun belum memberikan sinyal tegas terkait kemungkinan dirinya maju kembali dalam kontestasi politik daerah.

“Kalau soal itu kan masih jauh. Saya kan sudah di DPD I Golkar, masih kader Golkar,” kata Suharsi saat ditanya mengenai peluang tersebut

Pernyataan itu menunjukkan Suharsi belum ingin berbicara terlalu jauh mengenai Pilkada 2030. Namun, ia menegaskan dirinya masih berada dalam barisan Partai Golkar.

Menariknya, Suharsi juga menyebut momen foto bersama Beni Nento sebagai sesuatu yang bisa menjadi bagian dari perjalanan politik mereka ke depan.

“Pokoknya foto bersama ini untuk selanjutnya,” ujarnya.

Pernyataan tersebut pun membuka ruang tafsir. Apakah foto bersama itu hanya momentum silaturahmi politik, atau justru menjadi awal dari komunikasi yang lebih serius menuju Pilkada Pohuwato 2030?

Spekulasi duet Suharsi-Beni bukan sepenuhnya baru. Sebelumnya, dinamika internal Golkar Pohuwato juga pernah memunculkan sejumlah nama yang diprediksi berpotensi maju pada kontestasi politik daerah berikutnya.

Dengan waktu menuju 2030 yang masih panjang, peta politik Pohuwato dipastikan masih akan mengalami banyak perubahan. Namun satu hal yang mulai terlihat, pertemuan dua kader penting Golkar tersebut telah memberikan bahan baru bagi publik untuk membaca arah politik partai berlambang pohon beringin itu di Pohuwato.

Apakah jabat tangan Suharsi Igirisa dan Beni Nento hanya sebatas silaturahmi, atau menjadi awal dari duet politik Timur-Barat Pohuwato menuju Pilkada 2030?