WARTANESIA — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan optimisme besar terhadap capaian ketahanan pangan nasional. Dalam peresmian proyek Pembangunan dan Pengoperasian Energi Terbarukan di 15 provinsi serta peningkatan produksi minyak minimal 30 ribu barel di Blok Cepu, Kamis (26/6), Presiden Prabowo mengklaim bahwa Indonesia akan mencapai swasembada pangan hanya dalam waktu satu tahun, jauh lebih cepat dari target awal pemerintahannya yang dipatok empat tahun.
“Bangsa Indonesia menuju swasembada pangan dengan sangat yakin dan sangat pesat. Saya telah memberi target swasembada pangan empat tahun, ternyata hasil beberapa bulan ini produksi kita meningkat secara luar biasa, sehingga kita menuju swasembada pangan dalam waktu satu tahun ini,” ujar Prabowo dalam pidatonya.
Peningkatan ini, menurut Presiden, tak lepas dari lonjakan produksi di sejumlah daerah yang signifikan. Ia menyebut, dalam beberapa kunjungannya ke lapangan, produksi pangan nasional, terutama beras dan jagung, meningkat rata-rata hingga 40-50 persen.
“Bahkan, stok cadangan beras dan jagung di gudang pemerintah saat ini adalah yang tertinggi dalam sejarah,” tambahnya.
Lebih jauh, mantan Menteri Pertahanan itu menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia tak hanya akan mencapai swasembada, tapi juga bertransformasi menjadi salah satu lumbung pangan dunia. Menurutnya, kemandirian pangan adalah indikator utama negara yang kuat.
“Negara yang hebat adalah negara yang mampu memberi makan rakyatnya dan berdiri di atas kaki sendiri,” tegas Prabowo.
Langkah ini, jika terealisasi sesuai klaim, akan menjadi salah satu capaian tercepat dalam sejarah ketahanan pangan nasional—dan menjadi tonggak penting dalam misi besar menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi dan pertanian global.











