Plt Bupati Gowa Ajak UMKM Sulsel Masuk Rantai Pasok Kebutuhan Jemaah Haji dan Umrah

– Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Gowa mengajak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sulawesi Selatan untuk terus meningkatkan daya saing sekaligus memperluas akses pasar. Salah satu peluang yang dinilai perlu dimanfaatkan adalah masuk ke dalam rantai pasok kebutuhan jemaah .

Ajakan tersebut disampaikan Darmawangsyah saat menghadiri pembukaan Sulsel Expo UMKM dan Ekosistem Haji dan Umrah 2026 di Taman Sultan Hasanuddin, , Jumat (16/10/26). Menurutnya, produk unggulan daerah jangan hanya dikenal di lingkungan sendiri, tetapi juga harus mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

banner 468x60

“Kita ingin agar produk-produk unggulan daerah tidak hanya dikenal di lingkungan sendiri, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan ekosistem ekonomi haji dan umrah,” ungkapnya.

Kegiatan yang berlangsung hingga 18 Oktober 2026 itu disebut sebagai wadah strategis untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan jemaah haji dan umrah, dunia usaha, serta lembaga keuangan. Pertemuan tersebut diharapkan membangun kemitraan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kontribusi produk lokal dalam ekosistem ekonomi haji dan umrah.

Darmawangsyah menilai expo ini bukan sekadar ajang pameran produk. Ia melihatnya sebagai ruang untuk menyatukan pelaku UMKM dengan jemaah, dunia usaha, dan lembaga keuangan agar terjalin kerja sama yang bertahan dalam jangka panjang.

“UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, membuka lapangan kerja, menopang ekonomi keluarga, dan meningkatkan kesejahteraan. Karena itu kami berharap expo ini menjadi momentum bagi para pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas jangkauan pemasaran, memperkuat kemasan dan identitas produk, serta memanfaatkan teknologi digital,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Darmawangsyah juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Gowa sebagai tuan rumah. Kegiatan ini menghadirkan kurang lebih 200 stand UMKM, mulai dari busana muslim, makanan, travel, hingga perbankan dan lainnya.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Gowa, kami mengucapkan selamat datang di Kabupaten Gowa, ini merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami karena Kabupaten Gowa dipercaya menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan ini sekaligus membawa manfaat, mempererat silaturahmi, dan menghasilkan kerja sama yang produktif bagi kemajuan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Dirjen Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah Prof menekankan pentingnya kolaborasi untuk memperkuat peran UMKM dalam memenuhi kebutuhan jemaah haji dan umrah. Menurutnya, perkiraan belanja oleh-oleh jemaah haji Indonesia cukup besar nilainya sehingga menjadi peluang bagi produk dalam negeri untuk mengambil bagian.

“Kita ingin agar belanja oleh-oleh jemaah haji Indonesia tidak seluruhnya dilakukan di Arab Saudi. Produk-produk UMKM dari Sulawesi Selatan dan berbagai daerah di Indonesia juga harus memiliki kesempatan untuk menjadi pilihan jemaah,” sebutnya.

Lebih lanjut, Jaenal menyatakan penguatan produk dalam negeri dapat membuka peluang pasar yang lebih besar bagi UMKM. Langkah itu sekaligus mendorong agar manfaat ekonomi dari penyelenggaraan haji dan umrah turut dirasakan oleh pelaku usaha nasional.

“UMKM harus naik kelas. Tidak cukup hanya menjajakan produk yang tersedia saat ini, tetapi harus mampu meningkatkan kualitas, memperluas kapasitas produksi, dan menembus pasar internasional,” tegasnya.

Prof Jaenal berharap dapat mengidentifikasi pelaku UMKM potensial dari Sulawesi Selatan yang produknya dapat diperkenalkan kepada mitra strategis Kementerian Haji dan Umrah untuk memenuhi kebutuhan jemaah. Produk yang dimaksud antara lain bumbu, makanan siap santap atau ready-to-eat (RTE), beras, hingga berbagai kebutuhan lainnya.

“Upaya ini membutuhkan kolaborasi berbagai pihak yang tidak hanya berhenti pada seremoni seperti malam ini, tetapi benar-benar menghasilkan nilai tambah, peningkatan transaksi, investasi, dan penciptaan lapangan kerja baru di Sulawesi Selatan maupun di daerah-daerah lainnya,” pungkasnya.

Baca berita kami lainnya di