WARTANESIA – Komoditas pelet kayu (wood pellet) dengan kode HS 44 atau kayu dan barang dari kayu, tercatat sebagai penyumbang ekspor terbesar Provinsi Gorontalo, melampaui sektor perikanan maupun pertanian jagung.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo dalam Berita Resmi Statistik (BRS) No. 08/02/75/Th. XX, 2 Februari 2026, nilai ekspor pelet kayu pada tahun 2024 tercatat sebesar US$ 6.994.672. Angka tersebut melonjak tajam pada tahun 2025 menjadi US$ 44.573.778.
Dari sisi volume, ekspor kayu dan barang dari kayu periode Januari–Desember 2024 mencapai 197.263,16 ton atau 197.263.160 kilogram. Pada periode yang sama tahun 2025, volumenya meningkat signifikan menjadi 313.928,07 ton atau 313.928.070 kilogram.
Negara tujuan utama ekspor pelet kayu (HS 44) adalah Jepang dan Korea Selatan.
Komoditas Ekspor Lainnya
Selain pelet kayu, komoditas buah dan biji/kacang yang dapat dimakan (HS 08) juga mencatatkan kinerja ekspor yang kuat. Tahun 2024, nilainya sebesar US$ 17.047.474 dan meningkat menjadi US$ 35.329.240 pada 2025.
Negara tujuan ekspor HS 08 antara lain Afrika Selatan, Amerika Serikat, Belanda, Brasil, Cile, Irak, Italia, Jerman, Lituania, Mesir, Norwegia, Polandia, Prancis, Rusia, Suriah, Ukraina, serta Uni Emirat Arab.
Sementara itu, ekspor jagung (HS 10) pada 2025 tercatat senilai US$ 9.120.638. Komoditas gula dan kembang gula (HS 17) pada 2024 bernilai US$ 5.496.316 dan pada 2025 sebesar US$ 4.980.035 dengan tujuan utama Korea Selatan.
Untuk makanan olahan (HS 21), nilai ekspor 2024 sebesar US$ 806.776 dan meningkat pada 2025 menjadi US$ 3.265.989 dengan negara tujuan Malaysia dan Tiongkok.
Adapun komoditas ikan dan udang/kepiting (HS 03) mencatat nilai ekspor US$ 457.166 pada 2024 dan naik menjadi US$ 976.478 pada 2025 dengan tujuan Jepang dan Singapura.
Ekspor lainnya meliputi lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15), olahan buah dan sayuran (HS 20), pakaian dan aksesori pakaian (HS 62), paket pos dan barang retur (HS 99), serta mesin dan pesawat mekanik (HS 84).
Kinerja Ekspor Desember 2025
Khusus Desember 2025, nilai ekspor Provinsi Gorontalo tercatat sebesar US$ 8,43 juta. Angka ini meningkat 1,00 persen dibandingkan November 2025 yang sebesar US$ 8,35 juta.
Dari total tersebut, ekspor melalui pelabuhan dan bandara di Provinsi Gorontalo pada Desember 2025 mencapai US$ 6,09 juta, didominasi komoditas pelet kayu (HS 44) dengan tujuan Jepang dan Korea Selatan.
Lonjakan ekspor pelet kayu ini menegaskan pergeseran struktur ekspor Gorontalo, di mana komoditas berbasis hasil hutan olahan kini menjadi motor utama pertumbuhan ekspor daerah.








