Musda DPD Golkar Pohuwato, Bento ‘Padam’, Naga ‘Menyala’

WARTANESIA – Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Partai Golkar Kabupaten Pohuwato yang sebelumnya diprediksi berlangsung sengit, dipastikan berjalan tanpa kompetisi. Ini karena, Nasir Giasi hampir dapat dipastikan kembali memimpin Partai Golkar Pohuwato untuk periode lima tahun ke depan.

Kepastian tersebut menyusul tidak adanya pendaftaran dari calon lain. Nama Beni Nento (Bento), yang sebelumnya digadang-gadang sebagai pesaing kuat Nasir Giasi (Naga), tidak mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua DPD II Golkar Pohuwato.

banner 468x60

Hingga batas akhir pendaftaran di Sekretariat DPD II Golkar Pohuwato, Selasa (16/12/2025), hanya satu nama yang resmi mendaftar, yakni Nasir Giasi. 

Berkas pendaftaran diterima langsung oleh Dewan Pimpinan Pengarah (DPP) Musda yang terdiri dari Al Amin Uduala, Fahmi Mopangga, dan Nando Himran.

Dengan status sebagai calon tunggal, Nasir Giasi melangkah mulus menuju aklamasi pada forum Musda yang digelar hari ini. 

Kehadirannya di sekretariat turut didampingi para pimpinan Pengurus Kecamatan (PK) se-Kabupaten Pohuwato serta Ketua Bapilu DPD II Golkar, Beni Nento.

Nasir mengungkapkan bahwa dinamika internal sempat terjadi menjelang Musda, khususnya terkait dukungan antara dirinya dan Beni Nento. 

Namun, perbedaan tersebut berhasil diselesaikan melalui mediasi jajaran petinggi Partai Golkar, termasuk pengurus DPD I Golkar Provinsi Gorontalo.

“Alhamdulillah, kami sudah dimediasi dan diminta untuk saling mengikhlaskan. Intinya, Golkar harus tetap solid dan tidak boleh terjadi perpecahan di internal partai,” ujar Nasir dalam konferensi pers.

Dalam kesempatan tersebut, Nasir juga menegaskan adanya kesepakatan strategis yang akan dituangkan dalam rekomendasi Musda. 

Ia berkomitmen untuk memperkuat posisi Beni Nento sebagai Ketua DPRD Kabupaten Pohuwato periode 2025–2030 apabila kembali terpilih sebagai Ketua DPD II.

Pernyataan ini sekaligus membantah isu yang menyebutkan bahwa pencalonan Nasir akan mengancam posisi Beni Nento di kursi pimpinan DPRD.

“Kami ingin meluruskan isu tersebut. Di Golkar, peran dibagi. Pak Beni fokus mengawasi jalannya pemerintahan sebagai Ketua DPRD, sementara saya menjalankan tugas sebagai ketua partai untuk membesarkan organisasi,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Nasir Giasi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Beni Nento serta seluruh kader Golkar Pohuwato atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

“Memang sempat ada dinamika dukungan dari PK-PK, tetapi menjelang Musda semuanya kembali menyatu. Ini modal besar untuk membesarkan Golkar ke depan,” pungkasnya.