WARTANESIA – Suasana Gedung Aula Panua, Desa Palopo, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, tampak berbeda pada Sabtu malam, (13/12/2025).
Sejak pukul 18.00 WITA hingga 22.15 WITA, ratusan warga bersama para kepala desa berkumpul dalam satu semangat kebangsaan mengikuti Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang disampaikan langsung oleh Anggota MPR RI/DPD RI, Hi. Syarif Mbuinga.
Sebanyak 150 peserta yang terdiri dari masyarakat Kecamatan Marisa serta sebagian besar kepala desa se-Kabupaten Pohuwato memadati aula kegiatan. Kehadiran para kepala desa bersama masyarakat menjadi simbol kuat sinergi antara pemimpin desa dan warga dalam menjaga persatuan dan nilai-nilai kebangsaan.
Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan. Meski berlangsung hingga malam hari, peserta tetap bertahan mengikuti pemaparan materi dengan penuh perhatian. Diskusi berlangsung hidup, ditandai dengan banyaknya pertanyaan, tanggapan, dan pandangan kritis yang disampaikan oleh peserta, baik dari unsur masyarakat maupun pemerintah desa.
Dalam penyampaian materinya, Hi. Syarif Mbuinga menguraikan secara mendalam makna Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika. Ia menekankan bahwa penguatan nilai-nilai kebangsaan harus dimulai dari tingkat paling dekat dengan masyarakat, yaitu desa.
Dalam pernyataan dan himbauannya yang mendapat perhatian serius peserta, Senator Syarif Mbuinga menegaskan pentingnya peran kepala desa sebagai teladan kebangsaan.
“Kepala desa bukan hanya administrator pemerintahan, tetapi pemimpin moral di tengah masyarakat. Jika Pancasila hidup dalam kepemimpinan desa, maka persatuan akan kuat, pelayanan akan adil, dan kepercayaan rakyat akan terjaga. Menjaga NKRI itu dimulai dari desa, dari kebijakan kecil, dan dari sikap sehari-hari,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpecah oleh perbedaan pandangan dan isu-isu yang berpotensi merusak persaudaraan, serta terus menghidupkan nilai musyawarah, gotong royong, dan toleransi sebagai jati diri bangsa Indonesia.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat, dialogis, dan penuh semangat kebersamaan. Banyak peserta menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan sosialisasi tersebut karena dinilai memberikan pemahaman kebangsaan yang kontekstual dan relevan dengan kondisi sosial di daerah.
Melalui Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini, diharapkan semangat persatuan, nasionalisme, dan kepemimpinan yang berlandaskan nilai Pancasila semakin menguat di Kecamatan Marisa dan seluruh wilayah Kabupaten Pohuwato, sebagai fondasi dalam membangun daerah dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


