Lomba Perahu Gabus Meriahkan Festival Olahraga Tradisional 2026 di Torosiaje

WARTANESIA – Semarak olahraga tradisional mengguncang Desa Wisata Torosiaje dalam Festival Olahraga Masyarakat yang digelar selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 Maret 2026. Kegiatan ini menghadirkan beragam lomba khas masyarakat pesisir yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mempererat kebersamaan warga.

Sejumlah lomba unik dan menarik akan digelar, di antaranya tarik tambang di atas perahu, lomba perahu beregu, lomba berenang dan tahan menyelam, balap katintin, dayung perahu anak-anak, hingga pencak silat atau kontau. Suasana kompetisi dipastikan berlangsung seru dengan melibatkan berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

banner 468x60

Ketua Umum Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), Mikson Yapanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan masyarakat Torosiaje. Namun, tahun ini pelaksanaannya semakin istimewa karena KORMI turut ambil bagian dalam penyelenggaraan.

“Ini memang acara tahunan di Torosiaje, tapi kali ini KORMI hadir langsung. Karena KORMI adalah olahraga masyarakat, dengan visi meningkatkan pariwisata. Kebetulan Torosiaje adalah desa wisata yang setiap tahun tetap ramai dikunjungi, baik dari Sulawesi Tengah, Gorontalo hingga Manado,” ujar Mikson.

Ia menambahkan, Torosiaje memiliki daya tarik yang tidak hanya dikenal secara nasional, tetapi juga mulai mendunia. Momentum libur Lebaran pun dimanfaatkan untuk menghadirkan kegiatan positif yang melibatkan masyarakat luas.

“Momentum Lebaran ini kita isi dengan berbagai kegiatan olahraga tradisional agar masyarakat bisa berkumpul, bersilaturahmi, sekaligus berolahraga,” lanjutnya.

Salah satu yang menarik perhatian warga dalam kegiatan ini adalah, lomba balap box gabus yang didayung menggunakan tangan. 

Untuk diketahui, tahun ini, KORMI memastikan hadiah utama sebesar Rp20 juta, yang menjadi magnet tersendiri bagi para peserta.

Selain itu, lomba dayung tradisional yang melibatkan ibu-ibu disebut menjadi salah satu yang paling menarik perhatian, karena menghadirkan semangat kebersamaan dan hiburan tersendiri bagi penonton.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat tidak hanya merasakan kegembiraan, tetapi juga mendapatkan manfaat kesehatan serta memperkuat persatuan di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

“Harapannya, dengan olahraga masyarakat ini kita bisa tetap segar, bugar, gembira, dan semakin bersatu,” tutup Mikson.