WARTANESIA.ID – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Muara Tirta Kota Gorontalo memastikan pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap berjalan optimal di tengah musim kemarau yang telah memasuki bulan ketiga di Provinsi Gorontalo.
Direktur Perumda Muara Tirta Kota Gorontalo, Ir. Lucky Paudi, mengatakan pihaknya terus melakukan berbagai langkah teknis untuk menjaga ketersediaan air baku sekaligus memastikan distribusi kepada pelanggan tetap terpenuhi.
Perumda Muara Tirta melayani kebutuhan air bersih di sembilan kecamatan dan 50 kelurahan di Kota Gorontalo, serta sebagian wilayah Kabupaten Bone Bolango dan sebagian kecil Kabupaten Gorontalo.
Sumber air baku yang digunakan berasal dari air permukaan, terutama Sungai Bone dan Sungai Bulango.
Untuk menunjang pelayanan, Perumda memiliki lima titik instalasi pengolahan air, terdiri dari satu instalasi di wilayah Bone Bolango dan empat lainnya tersebar di Kota Gorontalo.
“Total kapasitas instalasi yang kami miliki mencapai 508 liter per detik. Dengan kapasitas tersebut, sampai saat ini suplai air kepada masyarakat masih terpenuhi,” ujar Lucky saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (19/8/2026).
Meski demikian, ia mengakui kondisi musim kemarau mulai berdampak terhadap debit Sungai Bone dan Sungai Bulango. Penurunan debit menjadi perhatian serius karena kedua sungai tersebut merupakan sumber utama air baku untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September 2026.
Untuk mengantisipasi penurunan debit air, Perumda melakukan sejumlah langkah teknis di lapangan. Salah satunya dengan menormalisasi saluran dari badan sungai menuju intake menggunakan alat berat berupa ekskavator.
“Kami terus melakukan upaya teknis di lapangan. Salah satunya dengan menggunakan ekskavator untuk menormalisasi saluran dari badan sungai menuju intake agar air baku tetap dapat masuk ke instalasi,” jelasnya.
Salah satu alat berat saat ini ditempatkan di Kelurahan Botu. Instalasi di wilayah tersebut memiliki kapasitas sekitar 190 liter per detik dan melayani sejumlah kawasan di Kota Gorontalo.
Selain persoalan debit air baku, gangguan kelistrikan juga menjadi salah satu tantangan dalam menjaga kontinuitas pelayanan. Saat terjadi pemadaman listrik, Perumda mengoperasikan generator set (genset) untuk menjaga instalasi tetap berjalan.
Namun, penggunaan genset belum mampu mengoperasikan instalasi dengan kapasitas penuh.
“Kalau kapasitas instalasi misalnya 200 liter per detik, ketika menggunakan genset kapasitasnya tidak bisa penuh dan hanya sekitar setengahnya. Kondisi ini biasanya membuat distribusi ke wilayah yang paling jauh dari instalasi menjadi terdampak,” ungkap Lucky.
Sebagai langkah antisipasi, Perumda juga menyiapkan dua unit mobil tangki air yang masing-masing memiliki kapasitas sekitar 5.000 liter atau lima meter kubik.
Mobil tangki tersebut digunakan untuk mendistribusikan air kepada pelanggan apabila terjadi gangguan pelayanan, baik akibat faktor teknis maupun gangguan kelistrikan.
“Kalau ada gangguan seperti itu, kami menggunakan mobil tangki untuk mendrop air kepada pelanggan yang membutuhkan,” katanya.
Lucky memastikan hingga saat ini belum terdapat keluhan serius dari masyarakat, khususnya pelanggan di Kota Gorontalo, terkait terganggunya pelayanan air bersih akibat musim kemarau.
“Kami bersyukur sampai saat ini belum ada keluhan yang parah dari pelanggan. Dengan kondisi yang ada sekarang, suplai air untuk masyarakat masih terpenuhi,” ujarnya.
Tidak hanya menjaga pelayanan di Kota Gorontalo, Perumda Muara Tirta juga turut membantu masyarakat di wilayah kabupaten tetangga yang mengalami kebutuhan air bersih.
Bantuan dilakukan dengan menyediakan akses pengisian air bagi mobil tangki yang selanjutnya mendistribusikan air kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Bone Bolango, termasuk Botupingge dan sekitarnya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Perumda dalam menjaga ketersediaan air bersih sekaligus membantu masyarakat menghadapi musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung hingga September.
Dengan total kapasitas produksi mencapai 508 liter per detik dan jumlah pelanggan aktif sekitar 25 ribu sambungan, Perumda Muara Tirta memastikan pemantauan terhadap sumber air baku serta kondisi seluruh instalasi terus dilakukan guna menjaga pelayanan tetap berkesinambungan.






