WARTANESIA.ID – Kepolisian Resor (Polres) Pohuwato bakal melakukan penyelidikan terkait kecelakaan yang terjadi di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Tomula, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato.
Dalam proses penyelidikan tersebut, polisi juga berencana memanggil sejumlah saksi, termasuk pemilik lokasi pertambangan, untuk dimintai keterangan terkait insiden yang menyebabkan tiga orang mengalami luka serius.
Hal tersebut disampaikan Humas Polres Pohuwato, Bripka Dersi Akim, pada Sabtu (5/9/2026).
Menurut Dersi, personel Polres Pohuwato telah turun langsung ke lokasi kejadian atas perintah Kapolres Pohuwato. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses penyelidikan untuk mengetahui kronologi serta penyebab kecelakaan.
Namun, Dersi belum menjelaskan secara rinci terkait barang bukti yang telah diamankan polisi dari lokasi kejadian.
“Sudah, Polres Pohuwato sudah turun atas perintah Bapak Kapolres. Ini bagian dari proses penyelidikan, termasuk nanti akan memanggil saksi-saksi, termasuk pemilik lokasi,” ungkap Dersi Akim.
Sebelumnya, tiga orang dilaporkan mengalami luka serius dalam kecelakaan yang terjadi di lokasi PETI Tomula, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, pada Rabu (2/9/2026).
Insiden tersebut terjadi ketika sebuah ekskavator yang berada di lokasi pertambangan tiba-tiba tergelincir. Tiga orang yang berada di sekitar alat berat tersebut kemudian menjadi korban.
Informasi yang dihimpun WARTANESIA.ID, ketiga korban masing-masing Rendi Suleman, Alexander, dan Ridwan Mbuinga. Salah seorang di antaranya diduga merupakan operator ekskavator.
Peristiwa bermula saat alat berat tersebut disebut sedang dalam proses perbaikan. Pada saat itu, dilakukan pekerjaan pengelasan pada bagian bucket ekskavator.
Ekskavator diketahui berada di kawasan tebing yang mengarah ke salah satu titik aktivitas penambangan.
Namun, situasi berubah dalam sekejap. Alat berat tersebut tiba-tiba tergelincir hingga menyebabkan tiga orang yang berada di sekitar lokasi mengalami luka serius.
Salah seorang korban diduga mengalami patah pada bagian pinggang. Korban lainnya mengalami patah kaki, sementara satu korban lain dilaporkan mengalami sejumlah luka pada bagian tubuh.
Ketiga korban kemudian mendapatkan penanganan medis. Bahkan, salah seorang korban dikabarkan harus dirujuk ke rumah sakit di Kota Gorontalo untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Polres Pohuwato kini melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut, termasuk meminta keterangan dari saksi-saksi dan pihak yang bertanggungjawab terkait dengan aktivitas di lokasi PETI Tomula.


