WARTANESIA – Kasus kematian tragis seorang pemuda bernama Mahmud Lihawa (18), warga Desa Bumbulan, Kecamatan Paguat, hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar. Mahmud ditemukan tidak bernyawa di area tambang Bulangita, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, pada Kamis (5/3/2026).
Saat ditemukan, kondisi korban memprihatinkan dengan luka bakar di hampir seluruh tubuh, mulai dari kaki hingga bagian perut. Selain itu, terdapat luka mencurigakan di bagian leher yang diduga akibat lilitan, menambah kejanggalan dalam kasus ini.
Pihak keluarga kemudian mengajukan proses autopsi di RSUD Bumi Panua guna mengungkap penyebab pasti kematian.
Namun, proses tersebut sempat tertunda karena dokter forensik yang berwenang belum berada di lokasi. Autopsi akhirnya dilaksanakan pada Senin, 9 Maret 2026.
Meski demikian, hingga kini hasil autopsi belum juga diumumkan secara resmi kepada publik maupun penyidik, sehingga penyebab kematian korban masih belum dapat dipastikan.
Sementara itu, pihak kepolisian melalui Humas Polres Pohuwato, Dersi Akim, menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil resmi dari tim medis.
“Perlu kami jelaskan bahwa dokter yang melakukan autopsi masih diupayakan untuk dapat hadir dalam press release. Hingga saat ini, penyidik juga belum menerima hasil autopsi tersebut,” ujarnya, seperti dikutip dari group whatsapp Diskusi Seputar Pohuwato, Kamis (06/03/2026).













