WARTANESIA.ID – Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena memimpin langsung Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Tahun 2026 PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) di Aula Fernandez, Lantai 4 Kantor Gubernur NTT, Kota Kupang, Senin (26/10/2026). Forum RUPS LB Bank NTT itu menjadi momentum penataan tata kelola perseroan sekaligus penegasan arah baru bank milik daerah tersebut.
Usai memimpin rapat pemegang saham, Gubernur Melki Laka Lena merangkaikan agenda itu dengan pelantikan resmi Dr. Flory Rita Wuisan, M.M., sebagai Komisaris Independen Bank NTT. Pelantikan tersebut dilakukan untuk melengkapi struktur tata kelola perseroan. Suasana di Aula Fernandez berlangsung tertib, formal, dan sarat semangat transformasi perbankan daerah.
Ruangan rapat ditata dengan susunan meja berbentuk U-shape yang memuat jajaran bupati, penjabat bupati, wali kota se-NTT, serta jajaran direksi dan komisaris PT Bank NTT. Di meja pimpinan utama yang berlatar spanduk biru bertuliskan “Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Tahun 2026 PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur”, Gubernur Melki Laka Lena yang mengenakan seragam dinas harian cokelat khaki memimpin jalannya forum dengan tegas dan interaktif.
Setelah persidangan RUPS selesai, suasana berlanjut khidmat saat prosesi pengambilan sumpah jabatan dan pengukuhan Dr. Flory Rita Wuisan sebagai Komisaris Independen. Kegiatan itu diakhiri dengan foto bersama seluruh pemegang saham dan jajaran manajerial.
Dalam forum itu, Gubernur menegaskan reorientasi peran Bank NTT agar tidak sekadar berfokus pada pembagian dividen atau perolehan laba bersih semata. Menurutnya, bank daerah harus hadir secara konkret sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan, pendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta penyedia lapangan kerja baru bagi masyarakat Flobamora.
“Bank NTT tidak boleh sekadar berfokus pada pembagian deviden atau perolehan laba bersih semata. Bank NTT harus hadir secara konkret sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan, pendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta penyedia lapangan kerja baru bagi masyarakat Flobamora,” ujar Gubernur Melki Laka Lena.
Dalam pengarahannya di hadapan para kepala daerah dan direksi bank, Gubernur Melki Laka Lena menginstruksikan perluasan porsi pembiayaan kredit untuk sektor-sektor produktif di seluruh kabupaten/kota. Arahan itu menegaskan agar Bank NTT memperbesar dukungan bagi pelaku usaha produktif, bukan hanya berfokus pada kredit bagi aparatur sipil negara.
“Bank NTT tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan. Bank ini harus menjadi penggerak ekonomi daerah, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta membuka lebih banyak peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat NTT. Karena itu, saya mendorong Bank NTT memperluas pembiayaan bagi UMKM, sektor swasta, dan pelaku usaha produktif, tidak hanya berfokus pada kredit bagi ASN,” tegas Gubernur Melki Laka Lena di Aula Fernandez.