DLH Buol Ambil Sampel Air Laut Terkait Fenomena Ribuan Ikan Terdampar

WARTANESIA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Buol mengambil langkah cepat, dengan melakukan pengambilan sampel air laut di lokasi ditemukannya ribuan ikan yang terdampar di pesisir pantai.

Upaya ini dilakukan untuk menelusuri penyebab pasti kejadian yang sempat mengundang perhatian dan keresahan masyarakat.

banner 468x60

Kepala DLH Kabupaten Buol, Syarif Badalu, mengatakan pengambilan sampel merupakan tahapan awal dalam proses penyelidikan lingkungan.

“Saat ini kami sudah mengambil sampel air laut untuk ditelusuri lebih lanjut guna mengetahui penyebab terdamparnya ikan-ikan tersebut di pesisir pantai,” ujar Syarif Badalu, Minggu (18/01/2026)

Ia menjelaskan, sebelumnya pihak DLH telah berkoordinasi dan bertemu langsung dengan seorang nelayan bernama Iwan Waga, warga Lingkungan Buoyong, Kelurahan Buol.

Berdasarkan keterangan nelayan tersebut, peristiwa itu diduga berkaitan dengan aktivitas penangkapan ikan menggunakan pukat panjang sekitar 600 meter.

“Ikan-ikan itu sebelumnya tertangkap dalam pukat. Karena jumlahnya sangat banyak, perahu tidak mampu lagi memuat hasil tangkapan. Sebagian ikan sudah diturunkan, namun sebagian besar terpaksa ditinggalkan,” ungkap Syarif

mengutip penjelasan nelayan.Menurutnya, nelayan tersebut bahkan terpaksa merobek pukat karena tidak sanggup mengangkat seluruh hasil tangkapan ke atas perahu. Akibatnya, sebagian ikan terlepas dan akhirnya terdampar di sepanjang pesisir pantai.

“Informasi ini disampaikan agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. Tidak ada hasil tangkapan yang dibawa karena memang tidak mampu dimuat di perahu,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Buol,Mohon Nasir DJ Daimaroto, menyampaikan pemerintah daerah masih menunggu hasil kajian teknis dari instansi terkait untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.

“Saat ini masih dalam proses penelitian oleh Tim Teknis di Dinas Perikanan dan Dinas Lingkungan Hidup,” Pungkasnya.