Demi Kamtibmas, Aba Pian Harap Aksi 5.000 Massa  di Hari Buruh Dibatalkan

WARTANESIA – Rencana aksi besar-besaran yang akan digelar di Kabupaten Pohuwato pada 1 Juni mendatang menuai perhatian dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari tokoh masyarakat yang akrab disapa Aba Pian, yang mengimbau agar aksi tersebut ditunda, bahkan jika perlu tidak dilaksanakan.

Aksi yang disebut akan melibatkan massa dalam jumlah besar itu dinilai berpotensi menimbulkan kerawanan apabila tidak dikelola dengan baik. Kekhawatiran tersebut menjadi dasar Aba Pian menyampaikan imbauannya kepada pihak penyelenggara.

banner 468x60

“Saya berharap aksi ini bisa ditunda karena beberapa alasan. Salah satunya, kita perlu berkaca pada peristiwa sebelumnya. Harapan ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama. Pada akhirnya, masyarakat juga yang akan dirugikan,” ujar Aba Pian, Kamis (30/04/2026).

Menurutnya, kondisi daerah saat ini perlu dijaga agar tetap kondusif. Ia menegaskan bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak setiap warga negara, namun harus tetap mempertimbangkan aspek keamanan, ketertiban, serta dampak sosial yang mungkin timbul.

Aba Pian juga mengingatkan bahwa menjaga stabilitas daerah merupakan tanggung jawab bersama. Ia berharap seluruh pihak, baik penyelenggara aksi maupun masyarakat, dapat menahan diri dan mengedepankan dialog sebagai solusi dalam menyampaikan aspirasi.

“Lebih baik kita utamakan komunikasi dan musyawarah. Jangan sampai niat menyampaikan aspirasi justru berujung pada hal-hal yang merugikan banyak pihak,” tambahnya.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak penyelenggara terkait kemungkinan penundaan aksi tersebut. Namun, imbauan dari tokoh masyarakat ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan demi menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Pohuwato.