WARTANESIA.ID – Kapolres Pohuwato, AKBP Busroni, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan dini tsunami yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Meski peringatan tsunami berpotensi berdampak pada sejumlah wilayah di Gorontalo, termasuk Gorontalo Utara, masyarakat Pohuwato diminta untuk tidak panik dan tetap mengikuti informasi resmi dari pemerintah maupun BMKG.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik berlebihan. Tetap waspada terhadap segala kemungkinan yang bisa terjadi,” ujar Busroni kepada WARTANESIA.ID, Senin (8/6/2026).
Selain potensi tsunami, Busroni juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang belakangan melanda sejumlah wilayah. Hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang dinilai berpotensi menimbulkan berbagai bencana.
“Khusus masyarakat yang berada di bantaran sungai maupun kawasan pesisir pantai agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Cuaca saat ini tidak menentu, hujan yang disertai angin kencang berpotensi menimbulkan bencana. Jika terjadi sesuatu, segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian maupun pemerintah setempat,” katanya.
Tidak berhenti di situ, Busroni juga mengimbau para nelayan untuk mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut.
“Bagi para nelayan, kalau bisa sementara waktu jangan melaut apabila angin kencang dan gelombang sedang tinggi. Utamakan keselamatan dan tetap waspada,” tegasnya.
Sebelumnya, BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, hingga Kalimantan Timur setelah terjadi gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 pada Senin (8/6/2026) pukul 06.37 WIB.
BMKG melaporkan gempa tersebut berpusat di laut, sekitar 236 kilometer barat laut Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada kedalaman 105 kilometer.
Dalam keterangan resminya, BMKG menyampaikan:
“Peringatan dini tsunami untuk wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Kalimantan Timur. Gempa magnitudo 7,7 terjadi pada 8 Juni 2026 pukul 06.37.42 WIB dengan lokasi 5,69 LU dan 125,05 BT pada kedalaman 105 kilometer.”
BMKG menegaskan bahwa informasi awal tersebut disampaikan dengan mengutamakan kecepatan sehingga data yang tersedia masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring dengan pembaruan hasil analisis.
“Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan dapat berubah seiring dengan kelengkapan data,” tulis BMKG.











