WARTANESIA – Sebuah vidio amatir di laman facebook milik akun bernama Ali Musa, memperlihatkan air dengan arus besar yang keruh disertai material pasir dan lumpur, melintasi jalan Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato.
Selain karena hujan, arus air tersebut dituding merupakan hasil dari aktifitas perusahaan tambang milik PT Pani Gold Project yang ditargetkan masuk tahap produksi pada 2026 mendatang
Dalam video yang diunggah pada Sabtu (13/12/2025) itu, pemilik akun tersebut menuliskan ungkapan terimakasihnya kepada perusahaan tambang yang telah membawa perubahan untuk Kabupaten Pohuwato.
“Terimakasih perusahaan tambang yang telah membawa perubahan untuk daerah Kabupaten Pohuwato. Sebelumnya air yang mengalir dari hulu sangat jernih dan tidak merusak infrastruktur seperti jalan dan jembatan, tapi dengan adanya perusahaan tambang semua berubah saat ini lumpur yang mengalir dari hulu di sebabkan oleh perusahaan yang menggunduli hutan dan gunung,” tulis akun facebook Ali Musa
Dalam unggahan yang telah ditonton sebanyak 503 kali itu, pemilik akun juga menuliskan dampak dari derasnya arus air tersebut
“Akses jalan antara Dusun Poladingo dan Dusun Butato, Desa Hulawa rusak disebabkan dampak aktifitas perusahaan tambang.” tutup Ali Musa dalam captionnya.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada pihak Pani Gold Project, memelaui External Affairs PT. PETS, Kurniawan Siswoko, belum mendapatkan jawaban.












