Aji Pombo, Pemuda 19 Tahun asal Gorut yang Menantang Panggung Catur Nasional

WARTANESIA.ID – Papan catur mungkin hanya berukuran 64 kotak. Namun bagi Aji Pombo, setiap kotak di atas papan itu adalah ruang untuk berpikir, menguji kesabaran, sekaligus menentukan sejauh mana mimpi bisa diperjuangkan.

Aji, pemuda asal Gorontalo Utara yang lahir pada 24 Maret 2007, usianya baru 19 tahun. Di usia yang masih sangat muda, ia telah berhasil mencuri perhatian melalui prestasinya di dunia catur dan memastikan diri menjadi wakil Provinsi Gorontalo menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur 2026 di Banten pada 12 Oktober 2026 mendatang.

Perjalanan itu tidak lahir dalam semalam. Aji tumbuh sebagai salah satu talenta muda yang dibina di bawah naungan PERCASI Kabupaten Gorontalo Utara. Sejak usia muda, ia mulai akrab dengan papan catur dan berbagai kompetisi. Dari turnamen lokal hingga pertandingan antardaerah, pengalaman demi pengalaman menjadi bagian dari proses yang membentuknya sebagai seorang atlet.

Bagi seorang pecatur, kemenangan bukan semata soal siapa yang paling cepat menyerang. Ada kesabaran, ketelitian, keberanian mengambil keputusan, serta kemampuan membaca langkah lawan beberapa langkah ke depan. Di situlah Aji ditempa.

Nama Aji Pombo bukan nama yang tiba-tiba muncul dalam seleksi Kejurnas 2026.

Ia telah melewati perjalanan panjang sebagai pecatur muda. Salah satu pengalaman penting dalam perjalanan kariernya terjadi ketika ia dipercaya mengikuti Prisma Cup di Manado, Sulawesi Utara, pada Februari 2020.

Namun pengalaman bertanding di luar daerah menjadi bagian penting dalam proses pembentukan mental kompetitifnya. Aji kemudian terus aktif mengikuti berbagai kompetisi catur, termasuk ajang tingkat Provinsi Gorontalo.

Ia juga pernah masuk dalam daftar atlet muda potensial yang dipersiapkan untuk bersaing di level Indonesia Timur. Bersama sejumlah pecatur muda Gorontalo Utara lainnya, termasuk Anca Pombo, namanya juga pernah dipersiapkan untuk mengikuti Kejurnas Catur di Jakarta waktu itu. 

Setiap pertandingan menjadi pelajaran. Setiap kekalahan menjadi evaluasi. Dan setiap kemenangan menjadi alasan untuk kembali berlatih lebih keras.

Momentum besar itu akhirnya datang pada Seleksi Kejurnas Catur Provinsi Gorontalo 2026 kategori senior.

Berhadapan dengan pecatur-pecatur lainnya, Aji mampu menunjukkan permainan yang konsisten. Ia melewati fase grup dengan mengoleksi 4,5 poin, sekaligus memastikan dirinya melaju ke tahap seleksi berikutnya bersama lima pecatur lainnya.

Dari lima babak yang dimainkan, ia mencatatkan Empat kemenangan dan satu hasil imbang. Total 4,5 poin berhasil dikumpulkannya.

Hasil tersebut mengantarkan Aji sebagai peringkat pertama seleksi sekaligus memastikan tiket menuju Kejurnas Catur 2026 di Banten.

Bagi Aji, perjalanan menuju panggung nasional adalah kebanggaan. 

Usia 19 tahun mungkin masih sangat muda. Tetapi papan catur mengajarkan satu hal penting: usia bukan satu-satunya ukuran kematangan.

Yang menentukan adalah bagaimana seseorang membaca situasi, mengendalikan emosi, mengambil keputusan, dan tetap bertahan ketika posisi berada dalam tekanan.

Karakter itulah yang kini harus terus dibangun Aji.

Dukungan terhadap persiapannya juga datang dari Bupati Gorontalo Utara sekaligus Ketua KONI Gorontalo Utara, Thariq Modanggu.

Melalui grup WhatsApp, Bupati memberikan perhatian khusus terhadap capaian Aji dan menginstruksikan agar dilakukan program pembinaan yang lebih terukur menjelang Kejurnas.

Mulai dari pendalaman teori pembukaan, middle game hingga ending, peningkatan kemampuan bertahan, pemenuhan nutrisi, hingga penguatan *fighting spirit* dan kesabaran dalam bertanding.

Sebab menghadapi Kejurnas bukan hanya soal kemampuan memainkan bidak.

Ada mental yang harus disiapkan. Ada konsentrasi yang harus dijaga. Dan ada nama daerah yang akan dibawa.

Di balik papan catur yang tenang, Aji kini membawa harapan yang lebih besar.

Ia tidak lagi hanya bermain untuk dirinya sendiri. Ada keluarga, pelatih, PERCASI Gorontalo Utara, dan masyarakat Provinsi Gorontalo yang menaruh harapan di pundaknya.

Ketua PERCASI Gorontalo Utara, Yusuf Muhamad, bersama jajaran pengurus turut memberikan dukungan terhadap perjalanan Aji.

Dukungan tersebut menjadi energi tambahan bagi Aji untuk mempersiapkan diri menghadapi persaingan di tingkat nasional.

Oktober nanti, papan catur akan kembali terbentang di Banten.

Dan di antara para pecatur terbaik dari berbagai daerah, seorang pemuda kelahiran Gorontalo Utara akan duduk dengan tenang di hadapan lawannya.

Sekalilagi, namanya Aji Pombo. Usianya baru 19 tahun. Namun langkahnya sudah jauh melampaui usianya.

Dari 64 kotak di atas papan catur, Aji sedang berusaha membuka jalan menuju mimpi yang lebih besar: membawa nama Gorontalo Utara dikenal di panggung catur nasional.

Dan mungkin, seperti permainan catur itu sendiri, perjalanan Aji belum membutuhkan langkah yang terburu-buru.

Yang dibutuhkan adalah satu langkah tepat. Kemudian satu langkah berikutnya. Hingga akhirnya, kemenangan itu datang sebagai buah dari kesabaran, keberanian, dan kerja keras.