WARTANESIA.ID – Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea menyoroti dugaan intimidasi terhadap sejumlah pejabat di lingkungan pemerintah kota setelah aksi solidaritas aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat di Markas Polda Gorontalo, Rabu kemarin.
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea mengatakan pihaknya keberatan atas dugaan pendekatan personal yang dilakukan sejumlah orang yang disebut-sebut sebagai anggota Polda Gorontalo terhadap pejabat di lingkungan pemerintah kota.
“Sejumlah pejabat, mereka didatangi atau dihubungi secara pribadi dan mendapat pertanyaan yang dinilai mengarah pada pencarian kesalahan,” Jelas Adhan dihadapan awak media Sabtu (17/10/2026).
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai kemungkinan adanya tekanan terhadap pejabat Pemkot Gorontalo.
“Kalau memang ada dugaan pelanggaran, silakan tempuh jalur resmi sesuai ketentuan hukum. Jangan sampai pendekatan personal dengan pertanyaan-pertanyaan yang terkesan mencari kesalahan justru menimbulkan kesan intimidasi,” tegas Adhan.
Pemkot Gorontalo tidak menutup diri terhadap proses hukum yang dilakukan aparat penegak hukum. Pemerintah kota, kata dia, menghormati kewenangan aparat dalam menjalankan tugas sesuai peraturan yang berlaku.
“Kami tidak menghindari tanggung jawab. Jika memang ada dugaan tindak pidana yang dapat dibuktikan, silakan diproses sesuai hukum. Tetapi, jangan membangun ketakutan melalui cara-cara yang tidak semestinya. Saya akan hadapi proses hukum kami yakin kami benar. Selagi itu bukan masalah korupsi saya akan hadapi,” Pungkasnya.













