Lebih dari Sekadar Kunjungan Kerja, Senator Syarif Pilih Santap Siang Bersama Ratusan Warga Binaan Lapas Pohuwato

WARTANESIA.ID – Suasana berbeda terlihat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pohuwato, Rabu (22/7/2026). Di tengah agenda resmi kunjungan kerja Komite I DPD RI, Anggota DPD RI asal Gorontalo, Syarif Mbuinga, tidak hanya datang untuk menyerap aspirasi. Ia memilih menghabiskan waktu dengan duduk, berbincang, dan makan siang bersama sekitar 200 warga binaan.

Pemandangan itu menjadi penutup yang menghangatkan rangkaian kunjungan kerja Senator Syarif di Lapas Pohuwato. 

banner 468x60

Tanpa membedakan status maupun latar belakang, ia menikmati santap siang bersama warga binaan, Kepala Lapas, dan jajaran petugas dalam suasana penuh keakraban.

Sebelumnya, Syarif disambut langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Pohuwato, Fahmi Reza Suratman, beserta jajaran. 

Sebagai bentuk penghormatan, ia dikalungi syal hasil karya tangan warga binaan, yang menjadi simbol bahwa di balik tembok pemasyarakatan masih tumbuh kreativitas, harapan, dan semangat untuk berubah menjadi lebih baik.

Kunjungan kemudian dilanjutkan dengan dialog bersama Kepala Lapas, petugas, serta jajaran mengenai kondisi terkini lembaga pemasyarakatan. 

Berbagai persoalan dibahas, mulai dari kapasitas hunian, kebutuhan sarana dan prasarana, hingga program pembinaan keterampilan yang selama ini dijalankan untuk mempersiapkan warga binaan kembali ke tengah masyarakat.

Namun, perhatian Senator Syarif tidak hanya tertuju pada aspek kelembagaan. Di hadapan ratusan warga binaan, ia menyampaikan pesan yang menyejukkan sekaligus memberi harapan.

Menurutnya, seseorang tidak boleh selamanya dihakimi karena kesalahan masa lalu. Proses pemasyarakatan, kata dia, harus menjadi ruang untuk memperbaiki diri, bukan sekadar menjalani hukuman.

“Semua orang memiliki sisi baik dan sisi buruk. Jangan melihat warga binaan hanya dari kesalahan yang pernah dilakukan. Persoalan kriminalitas tidak cukup diselesaikan di dalam lapas saja. Kita juga harus membenahi akar persoalannya agar mereka memiliki kesempatan kembali menjadi bagian dari masyarakat,” ujar Syarif.

Ia pun mengajak seluruh warga binaan untuk memanfaatkan masa pembinaan sebagai kesempatan memperbaiki diri, menambah keterampilan, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik bersama keluarga.

Kepala Lapas Kelas IIB Pohuwato, Fahmi Reza Suratman, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Menurutnya, kehadiran Senator Syarif menjadi bentuk perhatian nyata terhadap lembaga pemasyarakatan dan seluruh penghuninya.

Dalam sambutannya, Fahmi bahkan menyelipkan candaan yang mengundang senyum para hadirin.

“Pasisa bukan lagi orang asing bagi saya. Walaupun saya baru sekitar sembilan bulan bertugas di Pohuwato, nama beliau sudah sering saya dengar bahkan sebelum bertemu langsung. Setiap pergantian Kepala Lapas, nama Pasisa selalu menjadi bagian dari cerita yang kami dengar,” katanya.

Bagi Fahmi, kehadiran seorang senator yang datang bukan hanya untuk menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga mau mendengarkan, berdialog, dan membangun kedekatan dengan warga binaan merupakan motivasi tersendiri bagi jajaran Lapas.

Momen paling berkesan terjadi ketika seluruh rangkaian kegiatan resmi selesai. Alih-alih langsung meninggalkan lokasi, Senator Syarif memilih bergabung di ruang makan bersama sekitar 200 warga binaan. Di sana tidak terlihat sekat antara pejabat negara, petugas lapas, maupun warga binaan. Mereka menikmati hidangan yang sama sambil berbincang santai.

Bagi sebagian warga binaan, kebersamaan sederhana itu menjadi pengalaman yang mungkin tidak mudah dilupakan. Kehadiran seorang wakil daerah yang bersedia duduk semeja dan menyapa mereka secara langsung menghadirkan pesan bahwa setiap manusia tetap memiliki martabat, harapan, dan kesempatan untuk memperbaiki masa depan.

Kunjungan kerja Komite I DPD RI di Lapas Kelas IIB Pohuwato pun berakhir sekitar pukul 12.30 Wita.