Warga Sebut Banjir Hulawa Karena Kerusakan Lingkungan oleh Perusahaan Emas

WARTANESIA – Banjir yang menerjang Desa Hulawa, Kecamatan Marisa, Pohuwato, selain disebut akibat curah hujan, juga karena rusaknya lingkungan akibat aktivitas perusahaan tambang emas di wilayah itu.

Bahkan, Anwar Husain, salah satu warga  setempat menyebut, banjir yang terjadi merupakan yang terparah.

banner 468x60

“Harus diakui, selain karena hujan deras, banjir ini karena penggundulan hutan di atas gunung, yanh dilakukan oleh perusahaan tambang Pani Gold Mine,” ujar Anwar.

“Kami belum pernah merasakan banjir sebedar ini. Lihat di atas gunung sana, pohon-pohon, hutan sudah gundul. Ini bukan rahasia lagi. Semua orang bisa lihat kerusakan hutan yanh terjadi,” jelasnya.

Sebelumnya, Banjir melanda Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, pada Selasa (30/12/2025) sore sekitar pukul 15.00 Wita. Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, banjir Desa Hulawa diduga kuat dipicu oleh tingginya curah hujan yang diperparah dengan kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan emas di wilayah itu.

Kondisi tersebut menyebabkan aliran air meluap dan masuk ke permukiman warga. Dalam video siaran langsung yang dibagikan akun Facebook Nanang Sani, terlihat derasnya arus banjir menyeret sejumlah batang pohon hingga ke kawasan pemukiman.

Selain itu, ketinggian air dilaporkan mencapai pinggul orang dewasa, sehingga menyulitkan aktivitas warga dan menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan penduduk setempat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada data resmi mengenai jumlah warga yang terdampak banjir maupun kerusakan yang ditimbulkan akibat banjir ini.

Sementara itu, Kepala Desa Hulawa, Erna Giasi, dan Camat Buntulia, Saipul Hunta, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, belum memberikan tanggapan.

Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk melakukan penanganan banjir serta menindak tegas aktivitas tambang emas ilegal yang diduga menjadi penyebab utama rusaknya lingkungan di wilayah tersebut.