WARTANESIA.ID – Rapat internal gabungan komisi DPRD Kabupaten Pohuwato yang membahas persoalan hilangnya beasiswa dan pendidikan di daerah berlangsung dengan minim kehadiran anggota dewan. Dari jumlah anggota yang seharusnya mengikuti rapat, hanya enam orang yang tercatat hadir.
Berdasarkan pantauan langsung WARTANESIA.ID di ruang rapat DPRD Pohuwato, hanya enam anggota DPRD yang terlihat mengikuti jalannya rapat, termasuk para ketua komisi. Padahal, setiap komisi memiliki enam anggota yang seharusnya dapat terlibat dalam pembahasan agenda penting tersebut.
Rendahnya tingkat kehadiran anggota DPRD dalam rapat yang membahas sektor pendidikan dinilai mencerminkan kurangnya perhatian dan tanggung jawab sebagian wakil rakyat terhadap masa depan pendidikan di Kabupaten Pohuwato.
Pasalnya, berbagai persoalan yang dibahas dalam rapat tersebut membutuhkan perhatian, komitmen, serta perjuangan bersama dari seluruh anggota dewan demi kepentingan masyarakat dan kemajuan dunia pendidikan di daerah.
Minimnya kehadiran anggota DPRD ini pun menjadi sorotan publik, mengingat berbagai persoalan daerah saat ini membutuhkan perhatian serius dan langkah konkret dari lembaga legislatif.
Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait rendahnya tingkat kehadiran anggota dalam rapat tersebut, Ketua DPRD Pohuwato yang memimpin jalannya rapat belum memberikan tanggapan.













