WARTANESIA.ID – BPBD Provinsi Gorontalo mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terpantau mencapai wilayah Gorontalo. Kondisi ini berpotensi menurunkan kualitas udara dan berdampak pada kesehatan masyarakat.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Gorontalo kondisi atmosfer pada 13–14 Oktober 2026, wilayah Gorontalo mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan, tetapi udara terpantau kabur akibat asap. Pemantauan citra satelit pada 13 Oktober 2026 menunjukkan adanya sebaran asap kiriman dari Papua yang mencapai wilayah Gorontalo.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi Gorontalo, Rusli W. Nusi, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi tersebut dan mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan sebaran asap serta kualitas udara.
“Berdasarkan analisis prediksi sebaran partikel halus PM2,5, hampir seluruh wilayah Gorontalo diprakirakan mengalami kualitas udara tidak sehat sejak malam 13 Oktober 2026.,” kat Rusli Nusi, Rabu, 14 Oktober 2026.
Kondisi tersebut diprediksi berlanjut hingga 16 Oktober 2026. Sementara itu, konsentrasi karbon monoksida (CO) diperkirakan berada pada kisaran 600–1.000 ppb hingga periode yang sama.
Untuk mengurangi risiko paparan asap, BPBD Provinsi Gorontalo mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika udara terlihat berasap atau kualitas udara memburuk. Apabila harus beraktivitas di luar ruangan, warga disarankan menggunakan masker respirator N95 untuk membantu mengurangi paparan partikel halus.
Masyarakat juga dianjurkan menutup pintu dan jendela rumah saat asap berada di luar serta menjaga kualitas udara di dalam ruangan. Selain itu, warga diminta memantau informasi resmi dari BMKG dan instansi terkait mengenai kondisi cuaca, sebaran asap, serta perkembangan titik panas (hotspot).
BPBD turut mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan, lahan, maupun sampah secara terbuka. Apabila menemukan kebakaran atau titik api, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada petugas pemadam kebakaran, BPBD, atau aparat setempat agar dapat ditangani dengan cepat.
Warga yang mengalami sesak napas, nyeri dada, atau gangguan pernapasan yang memburuk diimbau segera mencari pertolongan medis.
BPBD Provinsi Gorontalo mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah kebakaran hutan dan lahan serta meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan. Kewaspadaan dan tindakan pencegahan sejak dini diharapkan dapat mengurangi dampak sebaran asap dan melindungi kesehatan masyarakat di Provinsi Gorontalo.








